Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Usaha Budi daya Laut Terbantu Program Sekawan Logik BPBL Batam

Program Sekawan Logik tidak hanya menjamin ketersediaan benih saja, tapi juga memberi edukasi dan bimbingan bagi semua pembudidaya, sehingga hasil berpengaruh besar pada hasil budidaya yang dilakukan.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  20:30 WIB
Usman, Ketua Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Rezeki di Kampung Pelakar, Desa Tanjungbatu kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, saat memberi makan benih Ikan Kakap di tambak miliknya. - Bisnis/Bobi Bani
Usman, Ketua Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Rezeki di Kampung Pelakar, Desa Tanjungbatu kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, saat memberi makan benih Ikan Kakap di tambak miliknya. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, BATAM - Produktivitas usaha budi daya laut di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri), terdorong oleh program Sentra Kawasan Budidaya dengan Sistem Logistik Benih yang Mandiri (Sekawan Logik) yang diinisiasi oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Usman, Ketua Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Sumber Rezeki di Kampung Pelakar, Desa Tanjungbatu kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, menuturkan kalau program kemandirian budidaya laut melalui pembangunan sistem logistik benih dalam suatu kawasan ini membuat produksi benih ikan di tambak Pokdakan Sumber Rezeki mengalami peningkatan signifikan. Hasil panen yang semula hanya mencapai 40 persen dari total benih yang ditebar, perlahan terus mengalami peningkatan hingga menyentuh angka 87 persen dari total benih.

"Kami di sini itu awalnya coba sendiri budi daya, karena belum punya pengalaman banyak yang gagal. Setelah itu kami koordinasi dengan pihak terkait, dan kami mendapat bantuan dari BPBL Batam. Alhamdulilah benih Ikan Kakap yang ditebar, awalnya hanya dapat dipanen 40 persen, nail jadi 50 persen, panen berikutnya naik lagi 73 persen, yang terakhir itu kami dapat hasil panen sampai 87 persen dari 40 ribu benih. Dari ukuran 2 Centi (Centimeter) naik jadi 8 Centi dijual ke pembudidaya KJA (Karamba Jaring Apung," kata Usman saat ditemui di tambak kelompoknya pada Sabtu (17/10/2020).

Program Sekawan Logik ini, kata Usman lagi, tidak hanya menjamin ketersediaan benih saja, tapi juga memberi edukasi dan bimbingan bagi semua pembudi daya, sehingga hasil berpengaruh besar pada hasil budi daya yang dilakukan. Dengan pendmpingan tersebut, Usman mengaku sangat puas dan antusias untuk bisa terus mengembangkan usaha budi daya laut ini.

Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi Kepri dan Kabupaten Karimun bisa mendukung semangatnya dan pembudidaya lain di Karimun agar semakin berkembang. Ia juga berharap pendampingan dari BPBL Batam terus berlanjut, sehingga Pokdakan Sumber Rezeki bisa berkembang semakin baik, tidak hanya memproduksi benih untuk pembudidaya lain, namun juga bisa ikut sampai pada proses pembesaran di KJA dan memasarkannya.

"BPBL Batam kalau dapat jangan tinggalkan kami, kami bisa pasarkan benih ikan sampai ke Meranti (Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau) karena bimbingan BPBL Batam," kata Usman lagi.

Di masa pandemi Covid-19 ini, Usman mengaku pihaknya juga terdampak, dimana ada benih ikan yang seharusnya dibesarkan di KJA, namun masih tertahan di tambak. Hal ini karena menurunnya daya beli masyarakat karena Covid-19 sehingga pembudidaya di KJA juga tidak bisa maksimal memasarkan hasil produksinya.

Senada dengan Usman, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, Ahmadi, sangat mengapresiasi dukungan BPBL Batam. Pembudidaya yang sebelumnya kesulitan memproduksi usahanya, kini sudah mulai mendapatkan untung dari penjualan benih.

Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, kata Ahmadi lagi, akan terus berupaya meningkatkan infrastruktur yang dibutuhkan pembudi daya, mengimbangi dukungan teknis dan pengembangan SDM yang dilakukan BPBL Batam.

"Perikanan salah satu unggulan di 42 desa yg ada di Karimun. Subsektor perikanan berkontribusi sekitar 18 sampai 20 persen bagi Karimun, maka Pemda akan mendukung di sisi infrastruktur, BPBL batam mendukung teknis peningkatan SDM pembudi daya di Karimun," kata Ahmadi.

Sementara itu, Kepala BPBL Batam, Toha Tusihadi yang juga ikut dalam kunjungan tersebut, berharap manfaat yang didapat Usman dan Pokdakan Sumber Rezeki bisa menjadi pemantik untuk menyemangati kelompok budi daya lain di Karimun. BPBL Batam, kata dia, akan terus melakukan pendampingan sehingga inovasi Sekawan Logik bisa betul-betul dapat dimaksimalkan pembudidaya di wilayah kerja BPBL Batam.

"Kami berharap akan ada pak Usman lain yang juga bisa berkembang dan berhasil dalam usaha budidaya ini," kata Toha.

Inovasi Sekawan Logik ini sendiri, lanjutnya, merupakan program untuk mendorong kemandirian budi daya laut melalui pembangunan sistem logistik benih dalam suatu kawasan. Dengan terciptanya banyak sentra kawasan budi daya, diharapkan dapat menggenjot produksi ikan sebagai pendongkrak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber devisa.

Konsep Sekawan Logik, pertama kali diterapkan BPBL Batam di Aceh Utara pada Tahun 2017 lalu. Sebagai sentra produksi benih, kelompok pembudi daya ikan (Pokdakan) Kembang Tani Gampong Lancang, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara mampu menyuplai kebutuhan benih ikan ke Sabang, Aceh Selatan, Aceh Tamiang dan Aceh Utara.

Saat ini, pembudi daya di Aceh Utara mampu memproduksi benih secara mandiri dari ukuran 0,8 cm hingga 7 cm. Pembudidaya juga sudah bisa menikmati keuntungan dengan pola segmentasi usaha produksi benih. Menumbuhkan segmen usaha baru, mempercepat perputaran siklus produksi, dan harga benih ikan menjadi lebih terjangkau.

"Program Sekawan Logik juga diluncurkan di Kabupaten Karimun pada Tahun 2019 lalu. Sejak adanya pendampingan, usaha budi daya Pokdakan Sumber Rezeki di Desa Tanjung Batu Kecil, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun terus tumbuh dan menunjukkan perkembangan yang terus menggembirakan," kata Toha lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam perikanan perikanan budidaya
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top