Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Sumbar Capai 52,13 Persen

Ini menunjukan ada optimisme untuk terus menekan penyebaran virus serta berupaya untuk membuat pasien Covid-19 mencapai kesembuhannya sehingga tidak ada lagi pasien yang meninggal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  06:48 WIB
Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Sumbar Capai 52,13 Persen
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat melihat kawasan pariwisata di Pariaman bersama jajaran Pemko Pariaman dan tetap menerapkan protokol kesehatan. - Bisnis/Noli Hendra
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatra Barat terus membaik dan hal ini dibuktikan dengan angka kesembuhan dari 7.338 warga Sumbar yang terpapar Covid-19 ada 52,13 persen atau 3.825 orang yang dinyatakan sembuh.

Supaya penyebaran virus bisa ditekan kedepannya, Tim Gugus Tugas secara konsisten melakukan sosialisasi protokol kesehatan serta turut melakukan tracking, testing, isolasi dan treatment.

"Saya optimistis bila penanganan dilakukan secara serius dan tanpa mendahului tuhan, angka kematian bakal dapat terus ditekan," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 yang dilakukan secara virtual di Padang, Senin (5/10/2020).

Menurutnya hingga hari ini Senin (5/10) tingkat kematian akibat Covid-19 di Sumbar 2,04 persen atau 150 orang dan masih dibawah rata-rata Nasional. Sementara tingkat kesembuhan mencapai 52,13 persen dan diyakini akan terus naik persentasenya.

Artinya kondisi itu menunjukan ada optimisme untuk terus menekan penyebaran virus serta berupaya untuk membuat pasien Covid-19 mencapai kesembuhannya sehingga tidak ada lagi pasien yang meninggal.

Gubernur juga meminta penanganan Covid-19 lebih ditingkatkan lagi, khususnya treatment pasien dengan kategori berat yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan.

Dia menilai dengan adanya penanganan cepat dan baik, diyakini akan berimbas pada penekanan angka kematian serta kenaikan jumlah kesembuhan. Untuk itu diharapkan agar koordinasi terus terjalin, baik itu antara dinas kesehatan dengan rumah sakit, maupun antar sesama rumah sakit.

"Hal yang perlu dilakukan itu adalah ciptakan koordinasi intens. Seperti dalam menerima pasien. Masing-masing rumah sakit harus mengerti kemampuannya," sebut gubernur.

Dikatakannya bahwa rumah sakit daerah hanya menerima pasien ringan sampai sedang. Sementara rumah sakit rujukan Covid-19 pasien berkewajiban sedang hingga berat tanpa komorbid.

Berbeda pula dengan pasien berat
dengan penyakit bawaan, maka sebaiknya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (M. Djamil) dan rumah sakit lain yang lengkap alat penunjangnya.

"Dengan adanya hal demikian, maka penanganan pasien itu bisa maksimal dan bisa menekan angka kematian akibat Covid-19," jelasnya.

Untuk itu darapat Rakor yang digelar tersebut, Irwan menegaskan kepada sejumlah pihak seperti dinas kesehatan yang sebagai regulator mobilisasi pasien untuk dapat mengarahkan rumah sakit dalam menentukan rujukan terhadap pasien.

"Jadi jangan ada tolak menolak merawat pasien. Apalagi jika pasiennya sudah gawat. Keterlambatan penanganan dari pihak keluarga hingga rumah sakit, diantara penyebab kematian. Di sini peran dinkes itu," tegas Irwan.

Agar persoalan itu bisa ditanggulangi dengan cepat, maka Gubernur Irwan mengharapkan kepada dinkes kabupaten dna kota untuk memanfaatkan aplikasi dan penggunaan IT, sehingga dinkes bisa mengetahui jumlah kapasitas rumah sakit rujukan.

Bila telah mengetahui kondisi kapasitas rumah sakit rujukan, maka hasil tersebut dapat dikirim ke semua rumah sakit daerah, sehingga keadaan real time ketersedian tempat tidur dapat diketahui.

"Begitu juga kebutuhan alat dan tenaga kesehatan. Koordinasi antar sesama rumah sakit juga diperlukan untuk pemenuhannya. Jika ada nakesnya yang berlebih atau dirumahkan, coba dikirim ke rumah sakit yang membutuhkan," pinta dia.

Namun melihat penanganan pasien Covid-19 di Sumbar sejauh ini terus membaik, Gubernur turut memberikan apresiasi kepada petugas medis yang telah bekerja luar bisa sampai saat ini.

Hingga Senin (5/10/2020), total 7.338 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumbar. Dimana ada yang dirawat di berbagai rumah sakit 360 orang (4,91 persen), Isolasi mandiri 2.720 orang (37,07 persen), Isolasi daerah 183 orang (2,49 persen), Isolasi BPSDM 64 orang (0,87 persen), isolasi PPSDM 36 orang (0,49 persen), meninggal dunia 150 orang (2,04 persen), dan sembuh 3.825 orang (52,13 persen). (K56)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top