Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPH Migas Minta Pertamina Bangun SPBN di Krui

Selama ini, ntuk memenuhi kebutuhan BBM, nelayan di Krui mendapatkan melalui pengecer atau koperasi yang mengambil pasokoan dari SPBU yang terdekat dengan harga Rp8.000 per liter untuk jenis Premium.
Krui, ibukota Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Selain dikenal sebagai surga surfing di Lampung, Krui merupakan salah satu lokasi penghasil ikan penting di Lampung./youtube-Asian Surfing Championships
Krui, ibukota Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Selain dikenal sebagai surga surfing di Lampung, Krui merupakan salah satu lokasi penghasil ikan penting di Lampung./youtube-Asian Surfing Championships

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pnegatur Hilir Minyak dan Gas Bumi menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk membangun stasiun pengisi bahan bakar nelayan di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengatakan Krui memiliki kekayaan laut yang potensial, sehingga kehadiran SPBN sangat berpengaruh untuk kegiatan nelayan sehari-hari.

Dalam kunjungannya ke daerah itu, Fanshurullah mengatakan pihaknya ingin memastikan segera dibangunnya SPBN di Krui.

Adapun, kebutuhan BBM untuk nelayan di Pelabuhan Krui sekitar 80 ton per hari atau berkisar 20 liter per hari untuk setiap motor nelayan. 

Untuk memenuhi kebutuhan BBM, nelayan di Krui mendapatkan melalui pengecer atau koperasi yang mengambil pasokoan dari SPBU yang terdekat dengan harga Rp8.000 per liter untuk jenis Premium.

“Saya ingin, lewat koperasi dan rekomendasi dari KKP untuk segera dibangun SPBN di sini, paling tidak tahun depan harus sudah beroperasi,” katanya dalam siaran pers yang dikutip pada Minggu (20/9/2020).

Dia menambahkan, BPH Migas segera akan membuat surat ke Pertamina, ke KKP, juga Komisi VII DPR RI berupa rekomendasi untuk segera dibangun SPBN disini,” 

Sementara itu, terkait dengan instruksi tersebut, Sales Branch Manager (SBM) IV Lampung-Bengkulu PT. Pertamina (Persero) Ferry Fernando mengatakan pihaknya akan segera merespons arahan BPH Migas dan akan mengawal usulan pendirian SPBN tersebut.

Dia mengungkapkan, untuk Pelabuhan Krui, pada saat ini memang belum terdapat SPBN, padahal pelabuhan tersebut merupakan salah satu objek vital untuk arus nelayan nasional dan internasional untuk aktivitas nelayan dan juga wisata.

“Kami akan segera mentindaklanjuti usulan pembuatan SPBN dan akan koordinasi dengan Koperasi setempat, Pemkab juga ke PT  Pertamina MOR 2 dan Pusat Pusat, serta akan melaporkan progresnya ke BPH Migas,” tegasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Muhammad Ridwan
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper