Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perlahan Tapi Pasti, Ekspor Pertanian Sumsel Terus Menanjak

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan sektor pertanian merupakan peluang baru bagi kegiatan ekspor provinsi tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 15 September 2020  |  20:49 WIB
Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih (kiri).  - Istimewa
Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih (kiri). - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Ekspor sektor pertanian Sumatra Selatan terus mengalami tren peningkatan sepanjang Januari – Agustus 2020 di mana telah naik 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, nilai ekspor pertanian tercatat mencapai US$3,2 juta. Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan sektor pertanian merupakan peluang baru bagi kegiatan ekspor provinsi tersebut.

“Ekspor pertanian ini menunjukkan tren peningkatan yang perlahan tapi pasti, sehingga ini bisa ditangkap pemerintah maupun pelaku usaha untuk menggarapnya,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Endang memaparkan secara produk, komoditas lada hitam merupakan salah satu andalan dari ekspor pertanian. 

Komoditas tersebut telah diekspor ke sejumlah negara tujuan, seperti Vietnam, Italia, Rusia dan Jerman. Nilai ekspornya tercatat telah menyentuh US2,93 juta selama 8 bulan terakhir. “Terbesar terjadi pada bulan Maret yang mencapai US$0,61 juta. Lada hitam ini banyak diekspor karena dijadikan sebagai obat-obatan,” katanya.

Endang mengatakan tantangan dari ekspor sektor pertanian adalah keberlanjutan dari produk tersebut. Seperti lada hitam, kata dia, tidak semua daerah di Sumsel memproduksinya. “Ini jadi tugas dinas terkait untuk menjaga sustainability dari komoditas lada hitam, supaya tetap ada terus,” katanya.

Dia melanjutkan Sumsel juga telah mengekspor buah-buahan tahunan serta ikan hasil budidaya ke sejumlah negara.

Selain itu, komoditas pertanian lainnya yang memiliki prospek cerah adalah kelapa. Pihaknya mencatat terjadi peningkatan ekspor kelapa sebesar 42%, yakni dari US$7,84 juta pada Januari – Agustus 2019 menjadi US$11,15 juta (year on year).

Namun demikian, Endang melanjutkan, sektor pertanian masih memiliki andil yang kecil terhadap total ekspor Sumsel. Bahkan berada di urutan buncit dalam empat sektor ekspor provinsi itu.

“Kontribusinya baru sebesar 0,88 persen terhadap total ekspor Sumsel, masih jauh jika dibandingkan sektor industri yang berkontribusi sampai 75,46 persen atau sektor tambang yang sebesar 18,14 persen,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor bps sumsel
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top