Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pergerakan Harga Semester I di Riau, Begini Dinamikanya

Inflasi Riau pada semester I tahun 2020 mencapai 1,16 persen lantaran kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran. Melebihi inflasi nasional.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 02 September 2020  |  07:30 WIB
Perawatan kecantikan saat new normal. - istimewa
Perawatan kecantikan saat new normal. - istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU — Inflasi Riau pada semester I tahun 2020 mencapai 1,16 persen lantaran kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran. Lebih tinggi dari inflasi nasional yang hanya 1,09 persen. Salah satu inflasi terbesar meningkatnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seperti emas perhiasan, pembalut wanita, bedak dan sebagainya sebesar 4,28 persen.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau merilis Indeks Harga Konsumen Provinsi Riau dan Nasional semester I/2020. Adanya peningkatan Indeks Harga Konsumen dari 102,68 pada semester II/2019 menjadi 103,87 pada semester I/2020. Data ini diambil dari 3 kota yaitu Pekanbaru, Tembilahan dan Dumai.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Agus Nuwibowo menjelaskan inflasi pada kelompok perawatan pribadi dipengaruhi oleh kenaikan harga emas yang cukup tinggi.

Sejak diumumkannya pandemi Covid-19 akhir tahun 2019 harga emas terus meningkat dan mencapai puncaknya di bulan April. Walaupun sempat turun di bulan Juni, namun nilainya masih berada dipuncak. Artinya penurunan harga emas di bulan Juni tidak begitu signifikan.

“Semester I/2020 inflasi komoditas emas mencapai 18,27 persen dengan andil terhadap total inflasi sebesar 0,2 persen,” kata Agus kepada Bisnis, Selasa (1/9/2020)

Perawatan pribadi lainnya seperti bedak, perawatan kulit, wajah, pembalut wanita memang ikut naik tetapi nilainya tidak terlalu signifikan dibanding emas.

Agus melanjutkan, penghitungan inflasi komoditas berdasarkan perubahan harga komoditasnya saja. Pada inflasi kelompok, penggabungan nilai konsumsi (NK) atas masing-masing komoditas. Tentunya barang-barang yang sering dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat, NK akan lebih besar begitu juga dengan jumlah komoditas maka makin banyak jumlah komoditas pada kelompok atau sub kelompok maka NK kelompoknya akan makin besar.

Selanjutnya, penyumbang inflasi Riau yaitu kenaikan pada kelompok kesehatan sebesar 2,12 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,81 persen, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,70 persen.

“Sebenarnya inflasi tertinggi ada pada komoditas bahan makanan. Namun gejolak harga bahan makanan beberapa komoditas juga mengalami penurunan (deflasi) sehingga nilainya dapat saling mengoreksi,” katanya.

Komoditas bawang merah, ayam hidup, dan daging ayam ras memberikan andil terhadap pembentukan inflasi cukup bervariasi. Pada triwulan II 2020, ketiga komoditas tersebut menyumbang inflasi lebih tinggi dari pada triwulan I 2020. Pada triwulan II 2020, bawang merah menyumbang inflasi sebesar 0,29 persen, ayam hidup sebesar 0,13 persen, dan daging ayam ras sebesar 0,11 persen. Sedangkan pada triwulan I 2020, bawang merah menyumbang inflasi sebesar -0,002 persen, ayam hidup sebesar 0,05 persen, dan daging ayam ras sebesar -0,07 persen.

Sementara itu, komoditas terbesar penyumbang deflasi adalah cabai merah, bawang putih, bensin, cabai rawit, kentang, biaya pulsa ponsel, minyak goreng, jeruk, cabai hijau, ikan serai, daging sapi, gula pasir, beras, bayam, tarif listrik, ikan tongkol, dan sebagainya.

Besaran inflasi semester I 2020 pada beberapa kota di Riau yaitu Kota Pekanbaru terjadi inflasi sebesar 0,94 persen, Kota Dumai terjadi inflasi sebesar 1,57 persen dan Kota Tembilahan terjadi inflasi sebesar 2,91 persen. Terakhir nasional terjadi inflasi sebesar 1,09 persen.(K42)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi riau bahan pokok
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top