Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Capaian Program Satu Rekening Satu Pelajar Riau Masih 5,48 Persen

Bila 80 persen saja dari pelajar yang ada Riau menabung Rp2.000 per hari. Dalam satu tahun, menghasilkan tabungan kurang lebih Rp1 triliun.
Eko Permadi
Eko Permadi - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  20:33 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Abdurachman
Ilustrasi. - Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, PEKANBARU — Program simpanan pelajar berupa Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) bagi siswa tingkat SLTA sederajat Provinsi Riau masih jauh dari target tahun 2020. Otoritas Jasa Keuangan mendorong pihak sekolah dan siswa meningkatkan budaya menabung di Hari Indonesia Menabung.

Kepala OJK Riau Yusri menjelaskan Riau pada tahun ini dijadikan pilot project simpanan pelajar. Program Kejar menargetkan 100 persen pelajar SLTA sederajat sudah memiliki rekening tabungan dalam bentuk Simpel di perbankan umum maupun BPR.

Capaian simpanan pelajar per 24 Agustus 2020 baru 5,48 persen. Jumlah rekening yang baru dibuka 13.072 dari 251.513 orang siswa. Tentunya masih ada 95 belum membuka rekeningnya di perbankan formal. Paling banyak sekitar 13,96 persen atau 964 rekening dibuka oleh pelajar di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Kami mengimbau meminta bantuan dan dukungan, kepala sekolah, majelis guru, siswa untuk bisa meningkatkan pembukaan rekening di perbankan,” kata Yusri kepada Bisnis, Kamis (27/8/2020).

Peringatan Hari Indonesia Menabung di Provinsi Riau dilaksanakan secara virtual dengan siswa sekolah di seluruh kabupaten/kota Riau. Yusri melanjutkan pelajar saat ini prioritas untuk mendukung inklusi keuangan. Lantaran pelajar Riau mencapai 30 persen dari jumlah penduduk atau dari 7 juta orang, kurang lebih 2.100.000 adalah angkatan pelajar SD, SMP dan SMA.

“Saya sudah mencoba menghitung 80 persen saja dari pelajar yang ada Riau menabung Rp2.000 per hari. Dalam satu tahun, menghasilkan tabungan kurang lebih Rp1 triliun,” ujarnya.

Menurutnya dana tersebut sangat bermanfaat untuk sesama, bisa digunakan pendidikan, modal kerja, atau untuk kegiatan lain. Bagi pemerintah, untuk mendorong perekonomian dan pembangunan di daerah.

Sejalan dengan itu, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution menjelaskan Hari Indonesia Menabung merupakan melanjutkan gerakan ayo menabung sudah ada sejak Agustus 1971 melalui gerakan Tabungan Nasional atau Tabanas dan tabungan Asuransi Berjangka (Taska).

Edy melanjutkan dalam perjalanannya program yang digagas pemerintah tersebut mengalami penurunan terutama dari sisi jumlah penabungnya yang pada akhirnya sama sekali tidak aktif.

Ia berharap OJK dan instansi terkait terus bersinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat inklusi keuangan.

Diakhir acara, OJK memberikan penghargaan bagi sekolah terbaik pelaksanaan program Kejar. Berurutan sesuai peringkat kepada SMA Negeri 4 Rupat, SMA Negeri 3 Rupat, SMA Negeri 4 Bengkalis akan mendapatkan laptop. Kemudian kabupaten terbaik Kepulauan Meranti, dan terakhir mitra perbankan Bank Riau Kepri, BRI, BNI, Mandiri, BTN, BRISyariah, BPR/BPR Syariah dan Sinarmas.(K42).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau OJK
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top