Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perbankan Syariah di Sumsel Optimistis Dapat Tingkatkan Pangsa Pasar

Industri perbankan syariah di Sumatra Selatan masih optimistis dapat tumbuh dan meningkatkan pangsa pasar di tengah masa pandemi Covid-19.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  14:36 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, PALEMBANG — Industri perbankan syariah di Sumatra Selatan masih optimistis dapat tumbuh dan meningkatkan pangsa pasar di tengah masa pandemi Covid-19.

Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Saekan Noor mengatakan peluang untuk memeroleh market share yang lebih besar tetap ada.

“Kami yakin perbankan syariah dapat meningkatkan market share sesuai dengan target pemerintah sebesar 20 persen,” katanya kepada Bisnis, Jumat (14/8/2020).

Saekan menjelaskan saat ini kinerja keuangan perbankan syariah di Sumsel sudah cukup baik. Hal tersebut terlihat dari angka market share yang sebesar 8 persen atau masih lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 6 persen.

Menurut dia, secara skala ekonomi, perbankan syariah memang jauh lebih kecil atau belum dapat mengejar kecepatan tumbuh perbankan konvensional. Namun ruang atau potensi untuk berlari kencang sangat terbuka lebar.

Saekan mengemukakan saat ini perbankan syariah akan fokus pada industri yang masih memiliki prospek yang baik di tengah pandemi. Salah satunya, sektor UMKM memiliki kontribusi besar kepada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Untuk pembiayaan, kami menyasar sektor Kesehatan dan pendidikan. Kedua sektor evergreen ini terbukti bertahan di tengah segala kondisi termasuk pendemi, walaupun kinerjanya terpengaruh, namun tetap tumbuh,” paparnya.

Selain itu, kata Saekan, bank syariah memiliki satu kekuatan yang berbeda dengan bank konvensional, yakni bisa melakukan gadai emas.
Sedangkan untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), perbankan syariah di Sumsel berupaya menggarap pasar dari segmen pemerintah daerah.

“Segmen tersebut berpotensi untuk mendongkrak kinerja industri perbankan syariah di Sumsel dengan harapan ada dana APBD bahkan APBN yang di tempatkan khusus di bank-bank syariah,” katanya.

Selain itu perbankan syariah juga bakal memperluas pasar dengan menggarap lembaga nonprofit.

Sementara itu, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan (OJK KR 7 Sumbagsel), realisasi penyaluran pembiayaan bank syariah di Sumsel masih dapat tumbuh 0,56 persen pada periode Mei 2020 dibanding Desember 2019.

“Realisasi pembiayaan hingga Mei 2020 tercatat senilai Rp7,87 triliun. Angka itu sudah di atas realisasi tahun 2019 yang senilai Rp7,83 triliun,” kata Kepala Kantor OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho, kepada Bisnis.

Terkait kualitas kredit, kata Untung, perbankan syariah mampu menjaga kreditnya dengan angka rasio non performing loan sebesar 1,32 persen atau lebih rendah dibanding tahun lalu yang sebesar 2,88 persen.

Sementara untuk penghimpunan DPK, terjadi perlambatan di mana bank syariah telah menggaet Rp6,82 triliun atau lebih kecil dibanding realisasi 2019 yang mencapai Rp7,41 triliun.

“Kondisi pandemi membuat semua sektor jasa keuangan menurun, tak terkecuali perbankan syariah. Namun, kami optimistis bisa tumbuh apalagi mayoritas penduduk Sumsel adalah muslim,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah sumsel
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top