Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BKSDA Jambi Sita 240 Burung Gelatik Batu Tanpa Dokumen

Berdasarkan pengakuan dari supir bus, burung gelatik batu itu berasal dari Pekanbaru, Riau dan akan dibawa ke Tulang Bawang, Lampung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  20:38 WIB
Burung gelatik baru yang diamankan BKSDA Jambi. - ANTARA/HO
Burung gelatik baru yang diamankan BKSDA Jambi. - ANTARA/HO

Bisnis.com, ANTARA — Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jambi menyita 240 ekor satwa jenis burung gelatik batu tanpa dokumen di salah satu loket bus yang berada Terminal Alam Barajo, Kota Jambi, Jumat.

Kepala BKSDA Jambi Rahmad Saleh mengatakan bahwa temuan burung gelatik tanpa dokumen itu setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai peredaran ilegal satwa burung pada jalur lalu lintas Sumatra tersebut.

"Tim BKSDA Jambi mendapati pada saat pemeriksaan salah satu bus antarlintas provinsi saat menurunkan para penumpang dan bongkar muat barang di loket," katanya, Jumat (17/7/2020).

Saat itu, pihak BKSDA Jambi langsung memeriksa dan menemukan ada delapan boks yang berisi burung yang disembunyikan di dalam toilet bus dan saat dihitung ada sebanyak kurang lebih 240 ekor burung jenis gelatik batu (parus major) tanpa dokumen resmi.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan dari supir bus, burung gelatik batu itu berasal dari Pekanbaru, Riau, dan akan dibawa ke Tulang Bawang, Lampung.

Burung gelatik batu itu merupakan satwa tidak dilindungi undang-undang dan nonappendiks, tetapi peredarannya harus dilengkapi oleh dokumen surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri.

Rahmad mengatakan bahwa rencananya burung gelatik batu itu akan dilepasliarkan pada habitat alami yang layak di Provinsi Jambi

Burung gelatik batu memiliki ciri berukuran kecil atau 13 sentimeter berwama hitam, abu-abu, putih dan di bagian kepala dan kerongkongan hitam, yang hidup dan tersebar di Pulau Sumatra, Jawa dan Bali di daerah hutan mangrove hingga daratan 2.000 meter di atas perkumaan laut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

burung satwa langka
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top