Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dugaan Korupsi di Siak, Sekda Provinsi Riau Dipanggil Kejati

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid dipanggil Kejati Riau untuk dimintai keterangan seputar dugaan korupsi ketika dia masih menjadi pejabat di Pemerintah Kabupaten Siak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  20:47 WIB
Kejaksaan Tinggi Riau - Antara/Riski Maruto
Kejaksaan Tinggi Riau - Antara/Riski Maruto

Bisnis.com, PEKANBARU – Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau memanggil Sekretaris Daerah Provinsi Riau Yan Prana Jaya Indra Rasyid untuk dimintai keterangan seputar dugaan korupsi di Kabupaten Siak.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Hilman Azazi membenarkan bahwa penyidiknya tengah menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di sejumlah organisasi perangkat daerah di Siak di antaranya Sekda Siak serta pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Siak dan Badan Keuangan Daerah Siak.

Yan Prana Jaya adalah mantan Kepala Bappeda dan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Siak sebelum diangkat menjadi Sekdaprov Riau pada akhir November tahun lalu.

Informasi yang dirangkum, Yan Prana Jaya memenuhi panggilan penyidik sejak Senin (6/7/2020) pukul 08.30 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB, dia masih menjalani pemeriksaan di Gedung Kejati yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru.

Sejauh ini, Hilman Azazi mengatakan telah memanggil lima orang saksi, termasuk Yan Prana. "Iya, kami melakukan pemanggilan terhadap Kepala BPKAD (BKD Siak) dan Kepala Bappeda (yang menjabat) tahun sekian-sekian," katanya kepada Antara.

Dia mengatakan penyelidikan itu terkait dugaan korupsi penggunaan anggaran di ketiga OPD tersebut, seperti biaya-biaya operasional kantor. "(Dugaan korupsi) biaya-biaya kantor dan operasional kantor lah," paparnya.

Hilman mengakui bahwa penyelidikan dugaan korupsi itu masih tahap awal. Dia juga enggan menyebutkan dugaan berapa kerugian negara akibat dugaan rasuah tersebut.

Yan Prana Jaya menjabat sebagai Penjabat Kepala Bappeda Siak pada 19 September 2011 hingga 10 Januari 2013.

Kemudian pada 2013 hingga 2016, defnitif sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Siak 2013-2016. Jabatan terakhirnya di Kabupaten Siak adalah Kepala Badan Keuangan Daerah sejak Oktober 2017 hingga November 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi riau

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top