Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tidak Ada Kunjungan Wisman di Sumbar Selama April hingga Mei

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat tidak ada kedatangan wisatawan mancanegara yang datang pada Mei 2020. Abstainnya kunjungan wisman tersebut telah terjadi selama dua bulan berturut-turut akibat pandemi Covid-19.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  15:05 WIB
Loading the player ...
Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Sumatera Barat 1 Juli 2020. Video: Youtube BPS Provinsi Sumatera Barat

Bisnis.com, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat tidak ada kedatangan wisatawan  mancanegara yang datang pada Mei 2020. Abstainnya kunjungan wisman tersebut telah terjadi selama dua bulan berturut-turut akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data BPS Sumbar yang dirilis pada 1 Juli 2020, tidak ada wisman yang datang ke Sumbar melalui Bandar Udara Internasional Minangkabau pada Mei 2020. Terakhir kali Bandara Minangkabau menyambut wisman adalah pada Maret 2020 sejumlah 2.495 orang.

“Tidak ada wisman yang datang ke Sumbar melalui Bandara Internasional Minangkabau bulan Mei 2020. Sebelumnya, pada April 2020 juga tidak ada wisman yang datang ke Sumbar,” kata Kepala BPS Provinsi Sumatera Barat Pitono, Rabu (1/7/2020) dalam penjelasan secara streaming melalui Youtube BPS Provinsi Sumatera Barat.

Adapun pada periode Januari-Mei 2020, BPS mencatat wisman asal Malaysia mendominasi sebanyak 8.831 orang disusul asal Australia dan China masing-masing sebanyak 296 orang dan 255 orang.

Khusus untuk pelancong dari China, jumlahnya tumbuh 75,86% pada periode tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 373 orang.

Selanjutnya, Tingkat Penghunian Kamar atau TPK di hotel berbintang Sumatera Barat naik 2,18 poin menjadi 11,27% pada Mei 2020 dibandingkan April yang sebesar 9,09%.

Rata-rata menginap tamu asing dan Indonesia di hotel  berbintang tersebut tercatat selama 1,34 hari, atau naik 0,19 hari dibandingkan April 2020 yang sebesar 1,15 hari.

Adapun, Pemprov Sumbar sejak awal Juni secara bertahap telah membuka kembali aktivitas ekonomi dan sosial untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascapandemi.

Irwan Prayitno, Gubernur Sumbar, mengungkapkan salah satu fokus pemerintah pada masa kenormalan baru ini adalah menghidupkan kembali sektor pariwisata yang seakan mati suri selama dua bulan terakhir.

Tak tanggung-tanggung, untuk menarik minat para pelancong, Pemprov Sumbar akan memfasilitasi tes swab gratis bagi wisatawan dan penyedia jasa pariwisata di daerah tersebut.

Pada awal pekan ini, Pemprov Sumbar telah memberikan tes swab Covid-19 gratis secara massal kepada 23 hotel berbintang di Kota Padang.

"Pengambilan sampel swab ini agar memastikan pelaku pelayanan pariwisata kita negatif Covid-19 dan ini juga kita berlakukan bagi para wisatawan untuk dilakukan swab memastikan mereka negatif. Jika semua sehat silahkan menikmati semua keindahan alam, budaya, dan kuliner Sumbar yang enak," kata Irwan seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (30/6/2020).

Dirinya melanjutkan dalam pelaksanaan tes swab massal kali ini, terdapat 1.073 orang yang diperiksa dari 23 hotel berbintang di Kota Padang.

Adapun, tingkat hunian hotel di ibukota Provinsi Sumatera Barat itu disebut Irwan mulai menggeliat hingga 50 kamar per hari. Sementara pada akhir pekan, keterisian kamar di hotel sudah bisa mencapai 80 kamar.

“Ini menandakan kegiatan wisata Sumbar pelan-pelan sudah berjalan. Sosialisasi dan promosi terus kira lakukan bersama Dinas Pariwisata Sumbar dan stakeholder terkait. Pariwisata Sumbar itu sehat dan selalu disiplin laksanakan protokol kesehatan," jelas Irwan.

Saat ini, tes swab gratis tersebut baru diperuntukkan untuk hotel berbintang. Untuk perhotelan secara umum, pemerintah masih mempertimbangkan pemberian tes swab massal ketika jumlah pengunjung memperlihatkan peningkatan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar wisman
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top