Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sumbar Gencar Promosi Produk UMKM di Masa Kenormalan Baru

Promosi seiring dibuka kembali aktivitas pariwisata.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 28 Juni 2020  |  15:18 WIB
Songket Silungkang dari Sumatra Barat. - Antara/Iggoy El Fitra
Songket Silungkang dari Sumatra Barat. - Antara/Iggoy El Fitra

Bisnis.com, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mulai gencar mempromosikan produk-produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada masa kenormalan baru seiring dibuka kembalinya aktivitas pariwisata. 

Nasrul Abit, Wakil Gubernur Sumbar, menyampaikan pemerintah telah membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi khususnya sektor pariwisata, perdagangan, transportasi, perkantoran, hingga keagamaan.

Oleh karena itu, operasional sektor pariwisata bergandengan dengan sektor UMKM mempromosikan  hasil produksi UMKM di Ranah Minang seperti ‘batik ntanah liek pusako mandeh” karya milenial Sumbar untuk menjadi pilihan bagi masyarakat maupun wisatawan karena menawarkan warta batik dan ragi yang sangat klasik.

"Semua aktivitas produktif masyarakat diharapkan tetap disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Kita saat ini cukup senang ada penurunan penyebaran Covid—19, di beberapa daerah mulai masuk zona hijau,” kata Nasrul melalui keterangan resmi, Minggu (28/6/2020).

Lebih lanjut, Nasrul juga mengajak generasi milenial di Sumatra Barat untuk terus berkreasi untuk dapat menopang perekonomian daerah. 

Beberapa karya batik yang sudah diproduksi oleh milenial di Kota Padang diharapkan bisa menjadi percontohan bagi para milenial di daerah lain.

"Saatnya para generasi milenial Sumatra Barat bangkit berusaha dengan segala kemajuan teknologi informasi saat ini. Kita yakin generasi milenial Sumbar tidak akan kalah bersaing dengan generasi milenial daerah lainnya," tutur Nasrul.

Sebelumnya, Pemprov Sumatra Barat berharap pembukaan kembali objek wisata pascapandemi Covid-19 dapat menggairahkan sektor informal dari UMKM.

Nasrul mengungkapkan penjualan produk UMKM telah terkendala selama tiga bulan terakhir akibat pandemi Covid-19. Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 7 Juni 2020, pemerintah pun secara bertahap mulai membuka kembali akses pariwisata Ranah Minang.

“Dengan dibukanya kembali kunjungan wisata, maka akan memberikan harapan kepada UMKM bahwa produknya akan terjual. Pasar modern dan tradisional juga dibuka dengan aturan protokol kesehatan,” kata Nasrul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top