Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dinas PUPR Pekanbaru Lelang Masterplan Pengendalian Banjir

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menrgetkan dapat menginventarisasi sekitar 30% titik banjir pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  14:51 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PEKANBARU — Proses pengendalian banjir di Kota Pekanbaru lewat Masterplan Pengendalian Banjir disebut sudah masuk tahap lelang. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru menargetkan dapat menginventarisasi sekitar 30% titik banjir pada tahun ini.

Indra Pomi Nasution, Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, menyampaikan pagu anggaran untuk rencana induk tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru senilai Rp1,6 miliar.

"Kita sudah lelangkan. Kita menunggu saja hasilnya dari ULP [Unit Layanan Pengadaan] nanti,” kata Indra melalui keterangan resmi yang dikutip Minggu (21/6/2020).

Adapun, proses lelang saat ini baru masuk pada tahap unduh dokumen kualifikasi. Tahap ini merupakan langkah pertama dari 21 tahapan hingga berakhir pada penandatanganan kontrak.

Indra menegaskan setelah lelang nantinya rekanan konsultan akan langsung bekerja dengan tim ahli yang membidangi masalah banjir. 

Pemerintah menargetkan pada tahun ini Dinas PUPR Pekanbaru dapat menginvetarisasi sekitar 30% titik banjir. Adapun, pada tahun lalu Dinas PUPR Pekanbaru juga telah menyelesaikan 30% dari total 39 titik banjir.

"Insyaallah selesai. Hari kerja lebih kurang hanya empat bulan. Terutama kita inventarisir kan ada 39 titik banjir, itu nanti menjadi fokus,” jelas Indra. 

Sembari menunggu Masterplan Pengendalian Banjir tersebut rampung, Dinas PUPR Pekanbaru hanya melakukan penanganan jangka pendek untuk menyelesaikan permasalahan banjir di Pekanbaru. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan di ibukota Provinsi Riau ini cukup tinggi.

Indra menyampaikan pihaknya tetap melakukan normalisasi drainase dan normalisasi anak sungai untuk mencegah terjadinya penyumbatan arus air.

"Ada lima tim kita yang turun setiap hari melakukan pembersihan drainase dan lain-lain. Mereka tersebar di berbagai titik, yang biasanya di wilayah itu terjadi genangan air selama satu jam sekarang sudah setengah jam,” tutur Indra. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir pekanbaru
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top