Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pansus Covid-19 Temukan Indikasi Penggelembungan Anggaran di Rejang Lebong

Panitia Khusus (Pansus) pengawasan anggaran penanganan Covid-19 di DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menemukan adanya indikasi penggelembungan anggaran dalam sejumlah kegiatan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola anggarannya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  06:54 WIB
Lebih kurang Rp2,6 miliar dari jumlah anggaran penanganan Covid-19 yang dialokasikan untuk Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu sudah terserap. Bisnis - Abdurachman
Lebih kurang Rp2,6 miliar dari jumlah anggaran penanganan Covid-19 yang dialokasikan untuk Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu sudah terserap. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, REJANG LEBONG - Panitia Khusus (Pansus) pengawasan anggaran penanganan Covid-19 di DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menemukan adanya indikasi penggelembungan anggaran dalam sejumlah kegiatan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola anggarannya.

Indikasi penggelembungan sejumlah kegiatan ini terlihat dari laporan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Rejang Lebong kepada Pansus Covid-19 DPRD Rejang Lebong, seperti untuk biaya penanaman jagung mulai dari pembelian bibit, pupuk, upah kerja per hektare mencapai Rp14 juta, kemudian sewa gudang 2 bulan Rp9 juta, dan sewa kendaraan pengangkut hingga Rp170 juta.

"Kami minta laporan penggunaan anggaran yang sudah diserap sebesar Rp2,6 miliar, dari lebih kurang Rp9 miliar jumlah anggaran yang dialokasikan untuk DKP Rejang Lebong. Itu pembelian apa saja dan sudah didistribusikan ke mana saja," kata Edi Irawan, Wakil Ketua II DPRD Rejang Lebong saat memintai keterangan Kepala Dinas DKP Rejang Lebong beserta stafnya, dikutip dari Antara, Jumat (5/6/2020).

Dia menambahkan, laporan penggunaan anggaran tersebut penting mereka ketahui agar penggunaan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong yang jumlahnya mencapai Rp110,4 miliar ini tidak bermasalah di kemudian hari.

Sementara itu, Kepala DKP Rejang Lebong Taman SP mengatakan alokasi anggaran yang mereka terima mencapai Rp9 miliar yang terbagi untuk tiga kegiatan inti, di antaranya pengadaan beras untuk cadangan pangan pemerintah daerah, pemanfaatan pekarangan untuk 18.000 rumah tangga, dan 150 hektare pemanfaatan lahan tidur untuk penanaman jagung.

"Untuk kegiatan pemanfaatan lahan tidur ini berdasarkan proposal masuk, kedua surat pernyataan kepemilikan lahan, surat pernyataan kades untuk melaksanakan program, begitu juga petani. Artinya, apa yang dikhawatirkan ketua pansus, anggota pansus, Insya Allah bisa kita akomodir," kata Taman.

Terkait dengan kekhawatiran pansus terhadap 18.000 kepala keluarga (KK) penerima bantuan program pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan adanya jumlah kecamatan yang melebihi jumlah KK, imbuhnya, akan dilakukan pencoretan karena datanya masih data awal, bukan final dan sudah diverifikasi untuk tiga dari 15 kecamatan di Rejang Lebong sebanyak 6.000 KK dan 12.000 KK lagi masih dalam proses.

Dia mengklaim kebutuhan beras Kabupaten Rejang Lebong per pekan mencapai 760 ton, sehingga cadangan beras Pemkab harus diperkuat mengingat stok beras Bulog daerah itu hanya berkisar 700 ton saja. Namun, program optimasi lahan ini baru sebatas pada jenis tanaman jagung saja sedangkan untuk padi belum dilaksanakan.

Sebelumnya, Pansus DPRD Rejang Lebong akan memanggil sembilan OPD pengelola anggaran Covid-19 di daerah itu yang nilainya mencapai Rp100,4 miliar, di mana sebelumnya sudah dipanggil dinas perhubungan, Satpol-PP, dinas ketahanan pangan, dan RSUD Curup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi bengkulu covid-19

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top