Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sumsel Manfaat Momentum New Normal untuk Genjot PAD

Pemprov Sumatra Selatan berharap dapat kembali mengoptimalkan raihan pendapatan asli daerah atau PAD seiring adanya potensi new normal.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  15:56 WIB
Petugas pajak DJP Sumsel Babel melakukan sosialisasi program tax amnesty kepada pedagang Pasar 16 Ilir Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (22/3). - Antara/Nova Wahyudi
Petugas pajak DJP Sumsel Babel melakukan sosialisasi program tax amnesty kepada pedagang Pasar 16 Ilir Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (22/3). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan berharap dapat kembali mengoptimalkan raihan pendapatan asli daerah atau PAD seiring adanya potensi new normal. 

Neng Muhaibah, Kepala Badan Pendapatan Asli Daerah (Bapenda) Sumsel,  mengatakan pihaknya bakal menggenjot PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

“Penerimaan dari dua jenis pajak tersebut sangat terimbas Covid-19 karena realisasinya turun hingga 50 persen, bahkan lebih,” katanya saat dihubungi Bisnis, Kamis (28/5/2020).

Neng memaparkan penurunan capaian dari pajak daerah itu lantaran lesunya penjualan kendaraan bermotor di Sumsel. Menurut dia, penjualan otomotif merosot hingga 70 persen selama pandemi berlangsung.

Oleh karena itu, pemda berharap konsep new normal yang ingin diterapkan pusat dapat kembali menggairahkan pasar otomotif sehingga berimbas positif terhadap PAD.

“Dua sektor pajak itu memang mendominasi PAD Sumsel tetapi kami tetap mengoptimalkan 3 jenis pajak daerah lainnya jika new normal diterapkan,” katanya.

Neng memaparkan pemprov mematok target penerimaan PKB senilai Rp980 miliar dan BBNKB senilai Rp910 miliar hingga akhir tahun 2020. Adapun target PAD Sumsel secara keseluruhan mencapai Rp3,4 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel covid-19 New Normal
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top