Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Sumbar Jamin New Normal Bisa Gairahkan Ekonomi Warga

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menjamin opsi new normal tetap dapat membangkitkan gairah kegiatan ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  15:15 WIB
Jam Gadang, menjadi salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi yang biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.
Jam Gadang, menjadi salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi yang biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara.

Bisnis.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menjamin opsi new normal tetap dapat membangkitkan gairah kegiatan ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit setelah melakukan Halal bi Halal lewat video conference bersama politisi Sandiaga Uno dalam rangka menyambut “New Normal Pariwisata Minang dan Sektor UMKM”.

Adapun, Narsul menyebutkan bahwa dukungan pemerintah pada era new normal nantinya akan difokuskan kepada UMKM, khususnya yang bergerak di wisata halal.

“Kita perlu mendukung permodalan UMKM yang sudah terdata dan terbukti berdagang dan ada usahanya. Tentu kita perlu pendataan yang jelas jenis usaha yang sudah berbadan hukum. Dan di era New Normal langkah yang kita ambil adalah [fokus kepada] Wisata Halal,” kata Nasrul seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (27/5/2020). 

Nasrul menunjukkan bahwa UMKM yang selama ini banyak dipermasalahkan lantaran bisnisnya terganggu akibat Covid-19 a.l. bergerak di sektor pertanian, pertambangan, dan pariwisata. 

Untuk itu, Pemprov Sumbar akan mengkaji sejumlah opsi untuk dapat menggairahkan kembali ketiga sektor tersebut setelah masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 29 Mei 2020.

“Untuk ke depan kita akan melakukan pembinaan seperti memproduksi pangan, produksi pertanian, tidak boleh terhenti. Kita punya 2,8 ton untuk produksi dan 1,1 ton untuk konsumsi [Sumbar], ini masih cukup banyak, dan masih ada sisanya akan membantu Riau dan Jambi,” tutur Nasrul.

Selain di hulu, produk-produk UMKM di hilir berupa hasil tanaman pangan juga akan diperluas distribusinya dengan memanfaatkan teknologi daring. 

Menurut Nasrul, di era new normal nantinya tidak akan ada lagi pertemuan orang karena imbauan physical distancing sehingga layanan online yang akan menjadi pilihan.

Sandiaga Uno pun memberikan masukan kepada Pemprov Sumbar bahwasannya perlu kehati-hatian dan ketelian dalam menata new normal. Terpenting, kondisi keuangan daerah harus mampu menghadapi tatanan baru dalam dunia usaha yang masih bergejolak ke depannya.

“Kita akan beradaptasi terhadap realita baru, normal baru, karena ini sudah menjadi terminologi, dulu dipakai di sektor keuangan, sekarang UMKM juga harus beradaptasi dan di Sumatra Barat saya lihat adaptasi dari UMKM luar biasa seperti rendang, selain rasanya, bentuk kemasannya juga bagus,” kata Sandi.

Untuk sektor pariwisata, Sandiaga berpesan agar Sumatra Barat disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan agar salah satu sumber pemasukan daerah ini tetap dapat terjaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumbar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) New Normal
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top