Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemkab Bengkalis Jemput 55 TKI dari Malaysia di Tengah PSBB Covid-19

Pemerintah Kabupaten Bengkalis dinilai tidak optimal dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Pasalnya, puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia kembali tiba di Bengkalis, Rabu dini hari (20/5) sekira pukul 01.00 WIB.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  08:48 WIB
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) terdampak perpanjangan masa
Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) terdampak perpanjangan masa "Lockdown" di Malaysia tiba di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai di Dumai, Riau, Jumat (27/3/2020). Sebanyak 64 WNI dari Malaysia tiba di Dumai setelah melakukan transit lewat Tanjung Balai Karimun Kepri akibat terdampak perpanjangan masa Lockdown hingga 14 April 2020 terkait pandemi wabah COVID-19 di negara tersebut. - ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis dinilai tidak optimal dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya.

Pasalnya, puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia kembali tiba di Bengkalis, Rabu dini hari (20/5) sekira pukul 01.00 WIB.

Puluhan TKI tersebut secara khusus dijemput Pemkab Bengkalis dari Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dikutip dari Antara, Kamis (21/5/2020), sekitar 55 TKI tersebut tiba di pelabuhan Bandar Sri Laksemana (BSL) Jalan Sudirman Bengkalis sekitar pukul 01.00 WIB. Ada petugas dari tim medis dan ada juga petugas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bengkalis dan pihak Kepolisian serta Satpol PP.

Melihat adanya puluhan TKI yang baru tiba di pelabuhan BSL Bengkalis, sejumlah warga menyampaikan keheranannya. Pasalnya, Bengkalis tengah memberlakukan PSBB sejak 18 Mei 2020, tetapi pemkab malah menjemput TKI yang pulang dari Malaysia itu.

"Penerapan PSBB yang aneh. Kok bisa puluhan TKI tiba di Bengkalis pada tengah malam melalui pelabuhan BSL Bengkalis. Dijemput lagi dengan kapal milik pemerintah," ujar Ilham warga Bengkalis.

Dikatakannya, kedatangan puluhan TKI pada tengah malam itu tentu saja menimbulkan pertanyaan, apalagi sampai dijemput dengan kapal milik pemerintah Bengkalis.

"Yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka masuk tidak siang hari, kenapa harus tengah malam hari. Apakah kalau masuk siang takut diamuk warga Bengkalis. Kalau seperti ini, kalau itu memang TKI yang bekerja dari Malaysia, jadi seperti apa mereka dikarantina, dan apakah terus dibiarkan berkeliaran di jalan," katanya.

Menurut dia, Pemkab Bengkalis tidak berkomitmen dalam penerapan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Ketika dikonfirmasi, Kadis Perhubungan melalui Sekretaris Dinas Perhubungan Zul Asri membenarkan kedatangan 55 warga Bengkalis dari Malaysia dengan menggunakan MV Elang Laut milik Pemkab Bengkalis.

"55 warga yang baru pulang dari Malaysia itu terdiri dari 43 laki-laki dan 12 perempuan. 19 warga Kecamatan Bengkalis dan 36 orang penduduk Kecamatan Bantan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top