Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PDP Covid-19 Meninggal di Riau Belum Miliki Hasil Swab

Sebanyak 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus Covid-19 di Provinsi Riau belum mendapatkan hasil swab negatif maupun positif dari Kementerian Kesehatan. Namun demikian, pasien yang meninggal tersebut tetap dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 April 2020  |  11:57 WIB
Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung. - istimewa
Tes swab untuk memeriksa virus corona (Covid-19) di rongga hidung. - istimewa

Bisnis.com, PEKANBARU—Sebanyak 7 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus Covid-19 di Provinsi Riau belum mendapatkan hasil swab negatif maupun positif dari Kementerian Kesehatan. Namun demikian, pasien yang meninggal tersebut tetap dimakamkan menggunakan protokol Covid-19.

Indra Yovi, Juru Bicara Covid-19 Provinsi Riau, menjelaskan dari total PDP sebanyak 174 orang di Provinsi Riau terdapat 7 orang yang telah meninggal dunia. Adapun penyebab pasti kematian dari PDP yang meninggal tersebut masih menunggu hasil swab dari Jakarta, apakah positif atau negatif Covid-19.

“Dari 7 pasien yang meninggal ini, kami tidak mendapatkan diagnosis pasti penyebab kematian karena untuk itu kan butuh otopsi. Sementara kami tidak melakukan otopsi. Tetapi, dari beberapa orang pasien ini, pasien yang di Dumai itu memang masuk dengan [keluhan] stroke, kemudian pasien di Tembilahan itu demam berdarah, dan salah satu pasien di RS swasta di Pekanbaru yang Nona BNA itu memang gejala awalnya tipus yang sudah dicurigai bakteri tipoid-nya sudah sampai ke darah,” jelas Indra melalui video conference pada Selasa (7/4/2020) malam.

Indra menjelaskan bahwa sampai saat ini pasien masih didiagnosis meninggal karena penyakit yang dikeluhkan saat masuk rumah sakit. Namun, oleh karena pasien telah masuk dalam kategori PDP Covid-19 maka pemakaman para pasien yang meninggal tersebut tetap mengikuti protokol Covid-19.

Apabila pasien nantinya dinyatakan meninggal dengan negatif Covid-19 maka permasalahan akan dianggap selesai.

Akan tetapi, apabila pasien dinyatakan meninggal dengan positif Covid-19 maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan kepada orang-orang terdekat pasien.

“Pasien [meinggal] ini PDP, tentu harus di-swab. Hasil swab itu kami belum punya. Perlakuan pasien PDP yang meninggal dengan pasien Covid-19 yang meninggal itu sama, pemusaraannya sama. SOP nya sudah ada, semua RS sudah punya SOP tersebut,” tutur Indra.

Dirinya memaparkan agar masyarakat saling mengerti dan maklum dengan kesamaan perlakuan pasien meninggal saat berstatus PDP dan positif Covid-19 tersebut. Pasalnya, para pembuat kebijakan telah mengambil skenario terburuk bahwa PDP meninggal dengan positif Covid-19.

Adapun, pasien yang meninggal dengan membawa virus Covid-19 masih dapat menginfeksi orang-orang di sekitarnya melalui cairan-cairan yang dikeluarkan tubuh.

“Makanya perlakuannya disamakan dengan pasien Covid-19. Tujuannya bukan apa-apa, demi keselamatan orang-orang yang ditinggalkan. Kita menghormati semua nilai-nilai agama dan budaya teteapi tentu kita harus lebih menghormati orang yang ditinggalkan ini yang masih sehat dan masih hidup,” kata Indra.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau per 7 April 2020 pukul 21.00 terdapat 27.090 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 19.098 orang masih dalam pemantauan.

Selanjutnya PDP berjumlah total 186 orang dengan 98 orang masih dirawat, 81 orang telah dinyatakan sehat dan dipulangkan, dan 7 orang meninggal.

Adapun pasien dengan positif Covid-19 sebanyak 12 orang dengan 11 orang masih dirawat dan 1 orang telah sembuh dan diperbolehkan pulang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekanbaru
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top