Musi Banyuasin Kembangkan Sekolah Peternakan Rakyat

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mengembangkan Sekolah Peternakan Rakyat atau SPR dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 20 Maret 2020  |  13:03 WIB
Musi Banyuasin Kembangkan Sekolah Peternakan Rakyat
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex saat meninjau SPR yang dikembangkan Pemkab Musi Banyuasin. Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG-Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, mengembangkan Sekolah Peternakan Rakyat atau SPR dengan menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB).

SPR tersebut dikembangkan sebagai upaya Pemkab melahirkan sistem peternakan yang unggul, modern dan berkelanjutan.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, pihaknya telah menyasar dua kecamatan, yakni Kecamatan Lais dan Plakat Tinggi sebagai lokasi pembangunan SPR.

“Untuk tahap awal di dua kecamatan dulu, selanjutnya kami targetkan di seluruh kecamatan,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Menurut Dodi, sebelumnya Pemkab Muba telah mengembangkan SPR di Kecamatan Sungai Lilin pada 2018. 

“Sebetulnya ini bukan yang pertama, kami sudah punya SPR di Sungai Lilin. Bahkan SPR itu terpilih SPR Indonesia di Forum Internasional di Wina-Austria,” katanya.

Dodi mengatakan pemkab sangat fokus dalam pengembangan SPR karena sektor perternakan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Muba.

"SPR memiliki sistem kelembagaan yang sangat kuat dengan bisnis satu pintu administratif, pemanfaatan teknologi, dan pemasaran. Ini yang membuat kami yakin bisa membuat masyarakat berkembang,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Penelitian Agik Suprayogi mengatakan dalam kerja sama ini IPB akan mendorong penerapan perternakan modern yang menyesuaikan dengan era industri 4.0.

Hal itu sesuai dengan hasil dari Penelitian Institusi Agromaritim 4.0 IPB (PIAmar4.0 IPB) yang menjadi program kerja Rektor IPB.  

“Peran kami di sini adalah membangun konsep serta mengimplementasi penelitian dan inovasi,” katanya.

Sementara itu, kata Agik, pemda berperan untuk menyediakan kebijakan, APBD, akses komunikasi dan infrastruktur. 

“Jika kerja sama ini terjalin dengan baik maka dalam tiga tahun akan muncul perternakan modern di Muba,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top