Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Eksplorasi Cadangan Gas Blok Sakakemang Berlanjut

Satuan Kerja Khusus Migas Sumatra Bagian Selatan memastikan eksplorasi cadangan gas baru di Blok Sakakemang akan berlanjut seiring rencana pengeboran sumur baru di Kaliberau 3 pada tahun ini.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  15:50 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PALEMBANG - Satuan Kerja Khusus Migas Sumatra Bagian Selatan memastikan eksplorasi cadangan gas baru di Blok Sakakemang akan berlanjut seiring rencana pengeboran sumur baru di Kaliberau 3 pada tahun ini.

Kepala Departemen Humas SKK Migas Sumbagsel, Andi Arie Pangeran, mengatakan langkah tersebut berlanjut setelah kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) telah menemukan cadangan gas di Sumur Kaliberau 2 (KBD2X) sebanyak 2 trillion cubic feet (TCF).

“Pengeboran  [sumur KBD3X] targetnya terlaksana pada Oktober atau Desember 2020, setelah itu akan diukur cadangannya,” katanya, Kamis (27/2/2020).

Andi menjelaskan Repsol selaku KKKS  yang mengelola Blok Sakakemang tersebut masih fokus pada penyiapan lapangan gas di wilayah operasinya itu.

Saat ini, kata dia, perusahaan migas asal Spanyol itu sedang proses pada pembebasan lahan untuk sumur gas tersebut.

“Pembebasan [lahan] sumurnya ini sedang berjalan, butuhnya sedikit sekitar 1,5 hektare. Mudah-mudahan lancar sehingga bisa lanjut pada proses berikutnya,” katanya.

Dia melanjutkan jika temuan cadangan gas itu sudah terukur, maka KKKS akan menyiapkan lahan lebih luas lagi untuk fasilitas produksi.

Penemuan cadangan gas di Blok Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel, itu diyakini dapat meningkatkan kontribusi Sumsel dalam produksi gas nasional.

Andi mengemukakan saat ini cadangan gas Sumsel yang sudah terbukti, telah berkontribusi sebesar 30 persen terhadap nasional.

Adapun produksi rata-rata gas Sumsel pada 2019 tercatat sebanyak 1.730,85 MMSCFD. Gas tersebut dihasilkan oleh 12 KKKS yang tersebar di provinsi itu.

Berdasarkan catatan SKK Migas Sumbagsel, produksi gas terbesar bersumber dari lapangan milik ConocoPhillips Indonesia di Grissik dan Suban, yakni sebanyak 1.047,44 MMSCFD.

Selanjutnya, ada pula gas yang diproduksi oleh Medco E&P Asset Rimau dan Medco E&P SSB Asset, sebanyak masing-masing 3,68 MMSCFD dan 59,58 MMSCFD.

“Sumsel sudah punya beberapa lapangan gas dan telah dibuktikan sejak 10 tahun terakhir. Harapannya ketika sudah menemukan cadangan di Bayung Lencir ini kontribusi gas Sumsel untuk nasional semakin meningkat,” paparnya.

Sebelumnya, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan rencana Repsol untuk mengeksploitasi cadangan gas di blok itu tergolong cepat. 

“Informasi terbaru yang kami terima, tidak ada perubahan. Repsol akan memulai eksplorasi pada 2023 atau paling lambat 2024,” katanya beberapa waktu lalu.

Dodi mengatakan saat ini Repsol masih masih melakukan sejumlah eksplorasi di sekitar penemuan gas di Sumur Kaliberau II untuk semakin menyakinkan jumlah kandungan gas di kawasan tersebut.

Rencananya, kata Dodi, Respol akan memanfaatkan jalur yang sudah ada (eksisting) untuk membuat blok koridor seperti pada umumnya proses pengeboran migas.

“Pemkab sangat mendukung langkah-langkah yang diambil Repsol, dan sangat berharap eksplorasi segera terwujud,” ujarnya.

  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Ajijah
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top