Riau Optimistis Target Investasi Rp44 Triliun Tercapai

Pemerintah Provinsi Riau optimistis dapat mencapai target investasi yang telah ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI senilai Rp44 triliun pada 2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  14:14 WIB
Riau Optimistis Target Investasi Rp44 Triliun Tercapai
Ribuan pekerja berjalan kaki di pabrik Asia Pacific Rayon (APR) saat peresmian oleh Presiden Joko Widodo di Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (21/2/2020). APR memproduksi rayon dari bahan baku serat kayu dengan investasi pada 2019 senilai Rp10,9 triliun untuk menghasilkan 240.000 ton rayon, sehingga industri ini menghasilkan 1.200 lapangan kerja baru dan devisa hingga 130 juta dolar AS per tahun. - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, PANGKALAN KERINCI — Pemerintah Provinsi Riau optimistis dapat mencapai target investasi yang telah ditetapkan Badan Koordinasi Penanaman Modal RI senilai Rp44 triliun pada 2020.

Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan bahwa pada tahun ini BKPM menetapkan target investasi untuk Bumi Lancang Kuning yang lebih tinggi 5,26 persen dibandingkan realisasi pada 2019.

“Pada 2020 ini, target investasi di Riau ditetapkan BKPM sebesar Rp44 triliun lebih. Tadi kita sudah mendengar komitmen dari PT Asia Pacific Rayon untuk 2020 ini akan menambah investasi. Mudah-mudahan yang ditargetkan pemerintah bisa terwujud,” kata Syamsuar pada akhir pekan lalu.

Adapun, PT Asia Pacific Rayon baru saja meresmikan pabrik serat rayon yang memproduksi rayon viskosa sebagai bahan baku kain. Saat ini, perseroan mampu memproduksi 240.000 ton rayon yang telah dieskpor ke 15 negara dan diserap oleh industri hilir tekstil domestik.

Anak usaha Grup Royal Golden Eagle milik taipan Sukanto Tanoto itu pun berkomitmen bakal menggelontorkan investasi senilai Rp20 triliun dalam 3 tahun ke depan untuk menggenjot produksi menjadi 600.000 ton.

Sementara itu, pada 2019 lalu BKPM menetapkan target investasi di Riau senilai Rp24 triliun. Namun, realisasi investasi pada tahun lalu tercatat senilai Rp41,8 triliun. Meningkatnya investasi itu berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja yang sebesar 61.445 orang.

“Sebagaimana arahan bapak Presiden, peningkatan iklim investasi merupakan program prioritas nasional yang harus kita sukseskan bersama. Di mana investasi dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan pembangunan daerah, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Syamsuar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, riau

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top