Gubernur Sumut: Bandar Udara Bukit Malintang Rampung 2023

Setelah disetujui presiden, Gubernur Sumut berharap Bandara Bukit Malintang dapat beroperasi paling lama 2023. Dengan luasnya lahan yang disediakan pemprov, paling tidak runway pesawat mampu mencapai 1.600 meter.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  21:07 WIB
Gubernur Sumut: Bandar Udara Bukit Malintang Rampung 2023
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi bersama istri menunjukkan kertas suara di hadapan wartawan. Rabu (17/4/2019).Bisnis - Duwi

Bisnis.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) berharap ekonomi masyarakat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dapat meningkat, seiring dengan rampungnya pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang pada 2023 mendatang.

Dikutip dari keterangan resminya pada Jumat (21/2/2020), Gubernur Sumut,  Edy Rahmayadi, menyampaikan pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang akan selesai pada 2023. Selanjutnya, keberadaan bandara baru ini dapat mendorong ekonomi masyarakat Madina.

"Saya sudah menghadap Presiden, dan sudah disetujui. Tahun 2023 paling lama sudah ada pesawat yang landing di Mandailing Natal," katanya disampaikan saat menyerahkan bantuan bibit, ternak dan alat pertanian kepada masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. 

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, untuk membangun bandara Bukit Malintang, pada awal Januari tahun ini. Atas proyek ini, Pemkab Mandailing Natal menghibahkan lahan kurang lebih 106 hektar dan akan disusul 20 hektar dari hibah Pemprov Sumut. Dengan luasnya lahan, panjang runway ditargetkan bisa mencapai 1.600 meter.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur menyerahkan bantuan berupa benih padi, bawang merah, cabai merah, jagung, ternak kambing, domba, ayam dan alat pertanian berupa traktor dan cultivator. Bantuan diserahkan kepada 27 warga perwakilan dari 11 desa, yakni Desa Kumpulan Setia, Hutarimbaru, Bangun Sejati, Mondan, Htb Dolok, Saba Padang, Hutanaingkan, Htb Lombang, Pasar Hutabargot, Sayur Maincat dan Simalagi.

Gubernur berharap bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk beralih profesi dari petambang ilegal menjadi petani. Selain karena melanggar hukum, tambang ilegal juga berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.

"Penertiban seluruh tambang sulit dilakukan karena masyarakat belum punya alternatif sumber ekonomi lain. Kita cari bersama solusinya. Dengan bertani bisa menjadi salah satu solusi. Saya akan siapkan lahan untuk kalian yang bertani kembali bertani; yang berkebun silahkan berkebun; yang ingin memelihara sapi, kambing dan ayam akan saya siapkan," pesan Gubernur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumatra utara, edy rahmayadi

Editor : Andya Dhyaksa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top