BPS Riau Siapkan Sejumlah Strategi Antisipasi Tantangan Sensus Online

Konektivitas internet dan pengetahuan masyarakat yang terbatas telah diantisipasi oleh BPS dalam pelaksanaan SP 2020 secara online atau mandiri pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  11:59 WIB
BPS Riau Siapkan Sejumlah Strategi Antisipasi Tantangan Sensus Online
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU—Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau telah menyiapkan sejumlah upaya untuk menyukseskan Sensus Penduduk (SP) 2020 di Bumi Lancang Kuning.

Adapun, konektivitas internet dan pengetahuan masyarakat yang terbatas telah diantisipasi oleh BPS dalam pelaksanaan SP 2020 secara online atau mandiri pada tahun ini.

Misfaruddin, Kepala BPS Riau, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menurunkan sekitar 10.400 petugas untuk melakukan pencacahan lewat wawancara dengan mendatangi rumah penduduk  pada Juli 2020, setelah pencacahan secara online dilakukan pada 15 Februari—31 Maret 2020.

“Nanti petugas wawancara untuk SP pada Juli ada 10.400 lebih kami turunkan. Mereka akan tersebar di seluruh wilayah Riau. Di pedalaman, ada petugasnya,” jelas Misfaruddin di Pekanbaru, Senin (17/2/2020).

Adapun, petugas-petugas tersebut nantinya akan direkrut dari desa-desa melalui kantor desa maupun kantor kecamatan.

Di tingkat kecamatan sendiri, bakal dilakukan Rakorcap (Rapat Koordinasi Kecamatan) yang bakal mempertemukan seluruh kepala desa maupun lurah.

Diharapkan, para kepala desa maupun lurah dapat mengingstruksikan kepada masyarakatnya untuk melakukan sensus supaya semua data dapat terhimpun.

“Kalau di sana internetnya tidak bagus, ya pakai wawancara,” imbuh Misfaruddin.

Untuk penduduk yang bermukim di area perkebunan dan pelosok, BPS Riau juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan perkebunan besar yang memiliki banyak karyawan. Misfaruddin menyampaikan bahwa pihaknya akan langsung datang mengunjungi perusahaan dan daerah-daerah tersebut.

Selain itu, BPS Riau juga bermitra dengan dosen dan mahasiswa dari kampus-kampus yang ada di Bumi Lancang Kuning. Saat ini, ada 140 dosen dan mahasiswa dari Universitas Riau yang siap mendukung pelaksanaan SP 2020, terutama untuk di lingkungan kampus.

“Ini nanti di seluruh kampius akan dillakukan, begitu pula SMA yang sudah puyya NIK itu siswa kelas 3, itu juga akan kami bimbing,” tutur Misfaruddin.

Adapun BPS Riau telah melakukan pencanangan SP 2020 bersama Gubernur Riau beserta Sekretaris Daerah dan seluruh kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan data penduduk merupakan dasar untuk membuat perencanaan pembangunan di berbagai bidang. Oleh karena itu, keakuratan data dan satu data sangat penting artinya.

“Tapi, sedikit kami beri masukan. Riau ini terdiri dari wilayah darat dan laut. Masih banyak, terutama di daerah kepulauan, yang sulit internet. Selain itu, pengetahuan juga terbatas. Jadi, kami khawatir juga nanti ini datanya tidak akurat,” kata Syamsuar.

Dirinya mencontohkan data perumahan masyarakat di perkampungan mungkin akan sulit diproses mengingat rumah-rumah di sana masih sederhana atau sangat sederhana.

Untuk itu, Syamsuar meminta adanya pencacahan yang juga dilakukan secara offline , misalnya melalui BPS tingkat kabupaten untuk memverifikasi data.

“Kami khawatir nanti datanya kurang tepat atau tidak benar, atau mungkin data di kampung yang jauh itu tidak diperoleh sama sekali. Jadi mungkin nanti koordinasi dengan kabupaten atau kota,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
riau, Sensus Penduduk

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top