Sumsel Ingin Perusahaan Sawit Tingkatkan Kontribusi untuk Daerah

Provinsi Sumsel meminta industri perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di provinsi itu untuk meningkatkan kemitraan dengan pemerintah kabupaten/kota.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  12:32 WIB
Sumsel Ingin Perusahaan Sawit Tingkatkan Kontribusi untuk Daerah
Sebuah kapal kargo berbendera asing memuat bungkil inti sawit (Palm Kernel Meal) di Pelabuhan PT. Pelindo I Dumai di Kota Dumai, Riau, Senin (6/1/2020). - Antara/Aswaddy Hamid

Bisnis.com, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumsel meminta industri perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di provinsi itu untuk meningkatkan kemitraan dengan pemerintah kabupaten/kota.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Sumsel, Yohanes H. Toruan, mengatakan pemerintah di tingkat kabupaten/kota merasa manfaat dari keberadaan sektor perkebunan sawit di daerahnya masih kurang.

“Contohnya di Kabupaten Lahat, bupatinya pernah bilang kalau setiap pekan ada saja demo tentang sawit. Dan mereka [pemkab] menganggap itu hal biasa karena pemkab pun merasa kurang manfaat dari perkebunan sawit,” jelasnya saat acara Forum Andalas II, Kamis (13/2/2020).

Yohanes memaparkan kesan kurangnya kontribusi yang dirasakan pemkab lantaran pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk setiap kegiatan yang terkait perkebunan sawit tak lagi disetor ke daerah, melainkan masuk dalam penerimaan pemerintah pusat.

“PBB sudah tidak dibayar lagi [ke pemda] sehingga tidak ada lagi urusannya dengan daerah. Makanya Gubernur Sumsel menekankan perlunya kemitraan antara perkebunan sawit dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Dia menjelaskan, padahal infrastruktur di daerah yang menjadi lokasi perkebunan sawit langsung terdampak dari kegiatan usaha tersebut. Pasalnya, kendaraan bermuatan berat yang mengangkut hasil panen komoditas itu melintas di jalan kabupaten maupun jalan provinsi.

Menurut Yohanes, sebetulnya Pemprov Sumsel telah berupaya mengoptimalkan kontribusi sektor perkebunan sawit bagi pendapatan asli daerah (PAD). Sebagai salah satu produsen sawit di Tanah Air, Sumsel dan Sumatra Utara pernah mengusulkan adanya dana bagi hasil perkebunan.

“Sudah dua tahun kami, bersama Sumut, memperjuangkan DBH perkebunan tetapi sampai sekarang tidak berhasil,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (Gapki) Sumsel, Alex Sugiarto, mengatakan pihaknya juga ingin meningkatkan kontribusi bagi PAD pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Sumsel.

“Kami memikirkan bagaimana kontribusi untuk PAD karena PBB perusahaan sawit sudah ditarik pusat, jadi daerah hanya dapat PBB dari petani mandiri dan plasma,” katanya.

Alex memaparkan produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Sumsel mencapai 4 juta ton pada tahun 2019. Produksi itu berkontribusi sekitar 8,5 persen dari total produksi sawit nasional yang mencapai 47,18 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, minyak sawit

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top