Sumsel Bangun Pusat Penelitian dan Pengembangan Ikan Air Tawar

Pemprov Sumatra Selatan berencana membangun pusat penelitian, pembenihan hingga pemasaran ikan perairan tawar dan udang terintegrasi di Kabupaten Muara Enim.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  15:00 WIB
Sumsel Bangun Pusat Penelitian dan Pengembangan Ikan Air Tawar
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PALEMBANG - Pemprov Sumatra Selatan berencana membangun pusat penelitian, pembenihan hingga pemasaran ikan perairan tawar dan udang terintegrasi di Kabupaten Muara Enim.

Kawasan tersebut terletak di Desa Patra Tani, Kecamatan Muara Belida dengan luasan mencapai 14,6 hektare.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan kawasan terintegrasi tersebut ditargetkan beroperasi pada 2021 mendatang.

“Pembangunannya akan menggunakan APBD Perubahan 2020 dan APBD 2021, nantinya spesies ikan air tawar dan udang di Sumsel ini bisa terinvetarisasi,” katanya, Rabu (12/2/2020).

Menurut Deru, sekitar 25 persen produksi hasil ikan di Indonesia adalah ikan dari perairan umum, namun demikian belakangan ini sudah ada spesies ikan perairan umum yang hampir punah bahkan sudah punah. 

Sementara, Sumsel sudah memiliki citra sebagai daerah penghasil ikan di perairan umum. Gubernur mencatat terdapat sekitar 200 spesies ikan air tawar di Sumsel.

Sehingga, Muara Belida dinilai tepat menjadi lokasi penelitian, pengembangan bibit dan benih ikan, pembesaran, dan pemasaran hasil produksi ikan dan udang perairan umum atau tawar.

Dia mengatakan dirinya meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai melakukan persiapan. Salah satunya, pembersihan 40 kolam yang sudah ada di tempat pengembangbiakan ikan dan udang tersebut, perbaikan sarana dan prasarana seperti rumah riset, gedung penelitian petani, gedung pembenihan.

“Khusus di tempat ini saya tidak menargetkan harus ikan ini atau itu. Terserah mau itu udang, bandeng, belido, lele, ataupun ikan sepat. Yang jelas, saya ingin ikan yang dikembangkan disini adalah ikan khas Sumsel. Utamakan spesies lokal dulu," paparnya.

Deru menjelaskan, meski belum membicarakan target tonase hasil produksi ikan dan udang dari tempat itu nantinya namun pihaknya berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Dia menilai pusat penelitian, pengembangan bibit dan benih, pembesaran dan pemasaran tersebut sangat penting. Sama halnya dengan pusat pembibitan dan pengembangan benih ikan air laut di Kawasan Sungsang, Banyuasin, Sumsel.

Rencananya juga, kata dia, pihaknya akan mengembangkan ikan yang saat ini kondisinya hampir punah. Seperti Ikan Tengkleso (Ikan Arwana) yang selama ini hanya ditemukan di akuarium sebagai pajangan.

“Di area sini (Sungai Muara Belido) dulu banyak ditemukan Ikan Tengkleso, bahkan dimakan oleh masyarakat. Tapi sekarang sudah hampir langka dan hanya ditemukan di akuarium,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumsel, Ekowati Retnaningsih, mengatakan, pada 2017 lalu aset tempat pengembangbiakan ikan dan udang air tawar ini diserahterimakan. Namun memang sejak saat itu, belum pernah ditinjau dan dikunjungi.

"Sesuai dengan intruksi Gubernur Sumsel, kita akan wujudkan tempat ini sebagai pusat transfer teknologi pembudidaya ikan air sungai,” katanya.

Ada banyak sarana dan prasarana di lokasi tersebut mulai sari rumah pelatihan petani, rumah riset, hingga gedung pembibitan. 

“Namun kondisinya memprihatinkan. Bahkan rumah riset juga kondisinya sudah tidak layak lagi. Namun memang saat kunjungan Seafdec dan Menteri Kelautan dan Perikanan beberapa waktu lalu, kita segera menyusun roadmap terkait pengembangan ini,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Ajijah
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top