8 Kru kapal dan 16 Penumpang Kapal Pembawa Suspect Corona ke Batam akan Dikarantina

Penanganan lanjutan atas temuan adanya suspect Virus Corona di Batam (warga Batam berinisial R, 40) terus dilakukan. Sebanyak delapan kru kapal, dan 16 penumpang kapal yang terdiri atas 4 WNI dan 12 WNA asal Singapura akan menjalani proses pemeriksaan lanjutan.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  15:19 WIB
8 Kru kapal dan 16 Penumpang Kapal Pembawa Suspect Corona ke Batam akan Dikarantina
Kepala Bidang Karantina dan Surveilance Epidemiologi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Romer Simanungkalit saat menjelaskan prosedur lanjutan atas temuan suspect Virus Corona di Batam - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM-Penanganan lanjutan atas temuan adanya suspect Virus Corona di Batam (warga Batam berinisial R, 40) terus dilakukan. Sebanyak delapan kru kapal, dan 16 penumpang kapal yang terdiri atas 4 WNI dan 12 WNA asal Singapura akan menjalani proses pemeriksaan lanjutan.

Kepala Bidang Karantina dan Surveilance Epidemiologi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Romer Simanungkalit menjelaskan, ke-8 kru kapal ini akan dikarantina sampai hasil laboratorium dari suspect Virus Corona ini keluar. 

"Kalau nanti hasilnya positif, maka mereka akan menjalani karantina selama 28 hari, termasuk ke-16 penumpang," kata Romer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam pada Kamis (30/1).

Terkait dengan lokasi karantina sendiri, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusumarjadi mengatakan, Dinkes Kota Batam telah berkoordinasi dengan otoritas Asrama Haji Kota Batam sebagai alternatif lokasi karantina.

"Kami siapkan Asrama Haji Batam, di sana biasa juga menampung jemaah dari luar (Mekah dan Madinah) tentu memiliki standar yang sesuai dengan karantina. Cuma kemarin mereka meminta arahan lanjutan dari petugas karantina, bagaimana prosedurnya," kata Didi.

Untuk kapal sendiri, saat ini tengah dilakukan sterilisasi, dalam proses tersebut kapal tidak dibenarkan meninggalkan lokasi, apalagi melakukan kegiatan pengangkutan penumpang seperti biasanya.

Sedangkan untuk ke-16 penumpang, saat ini tim gabungan telah bergerak mencari jejak mereka. Kabid Dokkes Polda Kepri, Kombes Pol Muhammad Haris menuturkan, pihaknya telah bergerak melacak keberadaan para penumpang kapal yang bersandar di Batam pada Rabu (29/1) siang tersebut.

Pihaknya sudah mengoptimalkan kekuatan satuan intel Polda Kepri dan Polresta Barelang untuk berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Sementara untuk ke-4 WNI, koordinasi akan dilakukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam.

"Dari malam kami sudah langsung berkoordinasi dan bergerak untuk melacak," kata Haris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, virus corona

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top