Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Saham di Sumut Mendekati 50.000 pada 2019

Bursa Efek Indonesia wilayah Sumatra Utara mencatatkan jumlah investor saham di provinsi itu mencapai 49.966 investor hingga Desember 2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Januari 2020  |  23:34 WIB
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Beawiharta
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, MEDAN – Bursa Efek Indonesia wilayah Sumatra Utara mencatatkan jumlah investor saham di provinsi itu mencapai 49.966 investor hingga Desember 2019.

Sebagai gambaran, sepanjang 2018 terdapat 37.832 single investor identification (SID). Jumlah tersebut merupakan nomor tunggal identitas investor pasar modal.

Dengan demikian, jumlah investor saham di Sumut meningkat 32,07% secara tahunan pada 2019. Dengan kata lain, ada penambahan 12.134 investor baru sepanjang 2019. 

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatra Utara Muhammad Pintor Nasution mengatakan ada sekitar 12.000 investor baru pada 2019. Ini sesuai dengan target yang dipasang BEI Sumut pada tahun lalu.

Dia menambahkan, investor saham di wilayah Sumatra Utara masih didominasi oleh rentang usia 41-100 tahun. Meski begitu, jumlah investor dari kalangan milenial melaju kencang dalam 3 tahun terakhir.

Berdasarkan data BEI Sumut, jumlah investor di usia 41-100 tahun sebanyak 16.985 investor. Jumlah ini setara dengan 33,99% dari total investor Sumut  2019.

Kontribusi terbesar kedua berasal dari usia 31 - 40 tahun sebesar 28,37% atau mencapai 14.177 investor. Selanjutnya diikuti, usia 18 - 25 tahun sebesar 20,12% atau sebanyak 10.052 investor. Sedangkan investor pada usia 26 - 30 tahun sebanyak 8.752 investor atau 17,52%.

"Setelah ada kampanye Yuk Nabung Saham, usia milenial meningkat. Sebagian besar masih berasal dari Kota Medan," ujarnya.

Pintor berpesan para anggota bursa dapat membidik peluang investor baru di luar Kota Medan. Dia mencontohkan potensi investor dari Kabupaten Nias dan Kota Padang Sidempuan masih besar.

Berdasarkan statistik pasar modal OJK September 2019, total nilai transaksi saham di Sumatra Utara mencapai Rp5,55 triliun. Sumatra Utara menempati posisi ke enam dari total nilai transaksi saham 34 provinsi, setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan Yogyakarta.

Dari total nilai transaksi saham di Sumut, Kota Medan memberikan kontribusi terbesar mencapai 80,58% atau sebesar Rp4,47 triliun. Kontribusi berikutnya berasal dari Deli Serdang yakni 9,50% atau sebesar Rp527,40 miliar, serta Binjai 2,89% atau sebesar Rp160,49 miliar. "Kue masih besar di luar Kota Medan," kata Pintor.

Sementara itu, Head of Marketing Retail Division IndoPremier Paramita Sari menyampaikan pihaknya mencatatkan jumlah investor di Medan sekitar 10.000 nasabah pada 2019. Perseroan menargetkan bisa menambah 5.000 investor baru pada 2020.

Dengan demikian, jumlah investor di Medan ditargetkan dapat mencapai 15.000 nasabah hingga akhir tahun ini. Adapun, IndoPremier menargetkan keseluruhan jumlah investor dapat bertambah dari 250.000 nasabah pada 2019 menjadi 350.000 nasabah pada 2020.

"Untuk Medan, target tahun ini 5.000 investor baru. [Tahun lalu] kurang lebih 10.000 [investor]," katanya kepada Bisnis.

IndoPremier optimistis dapat mencapai target penambahan investor baru seiring langkah perseroan mengoptimalkan infrastruktur kantor cabang di Medan. Di samping itu, pihaknya bakal lebih gencar melakukan edukasi pasar modal dengan menyasar sejumlah kabupaten/kota di luar kota Medan, salah satunya Kabupaten Nias.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia sumatra utara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top