Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPBD Riau Pakai Alat Canggih untuk Pantau Titik Panas dan Api

Kendati belum masuk musim kemarau, Pemerintah Provinsi Riau sudah siap siaga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  15:03 WIB
Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). -  ANTARA / Rony Muharrman.
Petugas Kepolisian bersama Manggala Agni menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Parit Baru, Kampar, Riau, Kamis (11/07/2019). - ANTARA / Rony Muharrman.

Bisnis.com, PEKANBARU -- Kendati belum masuk musim kemarau, Pemerintah Provinsi Riau sudah siap siaga mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengetahui titik panas (hotspot) dan api, mulai tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menggunakan alat bernama Mondopet.

Adapun, Mondopet dapat terintegrasi dan bisa menampilkan titik panas dan api, serta lokasi keberadaan petugas terdekat berikut titik air yang bisa dijangkau.

Edwar Sanger, Kepala Pelaksana BPBD Riau, menyampaikan bahwa mondopet merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Alat ini mulai diajukan pada 2017 dan terealisasi pada 2018. Tahun lalu, alat canggih tersebut sudah diujicoba dan terbukti sangat membantu petugas dalam memantau titik api di lapangan.

"Alat yang kami ajukan tersebut bantuan dari BNPB, saat zaman almarhum Pak Dr Sutopo Purwo Nugroho. Tahun ini, alat tersebut bisa kami digunakan secara maksimal untuk melakukan pemantauan terhadap karhutla di Riau," kata Edwar melalui keterangan resmi, Selasa (21/1/2020).

Dengan adanya alat tersebut, lanjut Edwar, pihaknya bisa memonitor secara langsung jika terdapat titik api dan panas di Riau. Apabila ditemukan hotspot, pihaknya bakal langsung mengetahui petugas terdekat dari lokasi, baik itu kantor kepolisian sektor, koramil, maupun kantor BPBD setempat.

"Jadi bisa langsung kami informasikan langsung ke petugas terdekat untuk menuju lokasi guna melakukan pemadaman. Melalui alat tersebut, juga bisa dicek sumber air terdekat berikut ketersediaan airnya," jelas Edwar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekanbaru kebakaran hutan
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top