Saham Komoditas Dominasi Transaksi BNI Sekuritas Pekanbaru

Branch Manager BNI Sekuritas Pekanbaru Rini Ng menyebut bahwa saham-saham komoditas pertambangan banyak ditransaksikan seperti saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC). Selain itu, banyak pula investor yang terpantau mengakumulasikan saham perbankan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 Januari 2020  |  07:01 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU - BNI Sekuritas cabang Pekanbaru menyampaikan saham-saham sektor komoditas mendominasi transaksi broker pada pekan kedua perdagangan 2020. 

Branch Manager BNI Sekuritas Pekanbaru Rini Ng menyebut bahwa saham-saham komoditas pertambangan banyak ditransaksikan seperti saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC). Selain itu, banyak pula investor yang terpantau mengakumulasikan saham perbankan. 

“Tahun ini agak susah karena banyak berita-berita yang mengatakan ada resesi dan kebanyakan nasabah kami masuk di blue chip itu di perbankan. Biasanya kalau resesi pengaruhnya besar di perbankan, pasti itu akan anjlok duluan,” kata Rini kepada Bisnis, Senin (6/1/2020).

Kendati demikian, dirinya meyakini pasar saham Indonesia masih akan bergairah setidaknya hingga Februrari nanti. Sentimen window dressing pada Desember dan January Effect pada bulan ini diharapkan mampu menopang performa indeks harga saham habungan (IHSG) kendati masih dibayangi sentimen perang dagang antara AS—China.

Setelahnya, transaksi di pasar saham diperkirakan tak akan terlalu ramai lagi. Dengan demikian, Rini mengungkapkan bahwa pihaknya selalu memanfaatkan momen di pasar pada kuartal I dan kuarta IV di setiap tahunnya.

“Kuartal II dan kuartal III itu biasanya sepi apalagi ada libur bulan puasa dan lainnya,” imbuh Rini.

Adapun, saat ini BNI Sekuritas Pekanbaru mencatatkan jumlah investor lebih dari 1.000 nasabah yang sebagian besar merupakan investor ritel.  

Di dalamnya terdapat investor mahasiswa yang pertambahannya terbantu oleh dibentuknya Pojok Bursa UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan kampanye YukNabungSaham! oleh Bursa Efek Indonesia.

Dari seluruh nasabah itu, Rini menyebut hanya 80—100 investor yang aktif melakukan transaksi setiap hari dengan nilai transaksi rata-rata senilai Rp6 miliar—Rp7 miliar.

“[Transaksi harian pada 2019] memang menyesuaikan dengan kondisi market ya, tapi masih oke lah. Harusnya lebih dari 10% kenaikannya,” jelas Rini.

Dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai pasar modal, BNI Sekuritas Pekanbaru juga aktif mengisi Sekolah Pasar Modal yang diadajakan BEI Perwakilan Pekanbaru. Tak hanya itu, sekuritas pelat merah ini juga membuat investor club tempat berdiskusi nasabahnya mengenai investasi di pasar modal.

Rini mengatakan edukasi menjadi salah satu tantangan karena pola pikir masyarakat di daerah masih banyak yang menganggap investasi di pasar modal hanya untuk orang kaya saja.

Selain itu juga tidak sedikit yang khawatir dengan investasi bodong yang kerap terjadi. 

“Dengan ada edukasi, nasabah menyebarkan dari mukut ke mulut. Apalagi kami terbawa nama BUMN, di bawah BNI, jadi orang mulai percaya. Kan banyak juga yang takut investasi bodong. Kalau kami kan sudah terdaftar di OJK,” tutur Rini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, transaksi saham

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top