Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pompanisasi Sungai Bendung Palembang Mampu Sedot Banjir Seluas 2.400 Ha

Pompanisasi Sungai Bendung, Kota Palembang, resmi beroperasi sebagai solusi dari Pemerintah Kota Palembang untuk mengatasi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 30 Desember 2019  |  21:28 WIB
Walikota Palembang Harnojoyo saat meninjau operasional pompanisasi Sungai Bendung - Istimewa
Walikota Palembang Harnojoyo saat meninjau operasional pompanisasi Sungai Bendung - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG -- Pompanisasi Sungai Bendung, Kota Palembang, resmi beroperasi sebagai solusi dari Pemerintah Kota Palembang untuk mengatasi banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan pompanisasi tersebut dapat mencegah genangan air di areal seluas 2.400 hektare yang rawan terjadi genangan air.

"Tadi sudah uji coba dan semua pompa berfungsi dengan baik. Genangan air yang selama ini terjadi di wilayah IBA, Talang Aman, Seduduk Putih, Simpang Polda, seputaran Sekip dan daerah yang selama ini bermasalah terjadi genangan saat hujan, ini akan terselesaikan dengan beroperasinya pompanisasi ini," ujarnya usai melakukan uji coba perdana pompanisasi Sungai Bendung, Senin (30/12/2019).

Dengan beroperasinya pompanisasi tersebut, kata Harnojoyo, masyarakat dapat lebih peduli dengan kebersihan sungai, terutama di aliran Sungai Bendung dan sekitarnya, sehingga tidak ada masalah dalam pengoperasiannya.

"Pompa ini bakal rusak jika kita tidak menggunakannya sesuai dengan fungsinya. Karena pompa ini difungsikan untuk menyedot air bukan sampah. Untuk itulah mari kita sama-sama sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan, kalau rusak maka akan banjir lagi," paparnya.

Harnojoyo menerangkan, setelah pompanisasi Sungsi Bendung,  pemkot juga membangun pompanisasi di kawasan Sekanak-Lambidaro yang sudah disiapkan lahan seluas 5 ha dan Sungai Buah di daerah Kalidoni yang akan dibangun PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini segera dibangun dan akan kita koordinasikan lagi termasuk dengan Pusri," katanya.

Dengan dibangunnya tiga pompanisasi tersebut, kata dia, maka  persoalan genangan air di Kota Palembang dapat selesai. Pasalnya, selama ini yang menjadi masalah genangan di tiga wilayah tersebut. 

"Jika ini semua selesai, tinggal kita harapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra VIII, Birendrajana, menerangkan saat ini secara fisik pembangunan pompanisasi Sungai Bendung sudah selesai, tinggal pembangunan sarana pelengkap seperti taman.

"Saat ini sedang tahap finishing dan sudah bisa beroperasi sesuai kebutuhan," katanya.

Biren menerangkan, pompanisasi Sungai Bendung memiliki enam pompa dengan kapasitas 60.001 meter per detik, yang difungsikan untuk mereduksi banjir DAS (Daerah Aliran Sungai) bendung dengan cara mempercepat aliran sungai.

"Jadi ada enam pompa dengan kapasitas 6 meter kubik per detik, itu dapat kita fungsikan berdasarkan kebutuhan," terangnya.

Dia melanjutkan untuk operasionalnya pompanisasi Sungai Bendung menggunakan listrik yang bersumber dari PLN dan mesin genset.

"Kebutuhan daya yang dibutuhkan sekitar 5.500 kva yang disuplai dari genset dan listrik dari PLN untuk pintu air," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palembang pompa air
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top