Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Serangan Harimau, Sumsel Siagakan Camera Trap

Tim Satuan Tugas penanganan harimau Sumatra Selatan memasang 8 unit camera trap dan 1 unit box trap di sejumlah titik untuk mengantisipasi serangan binatang tersebut.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 29 Desember 2019  |  17:49 WIB
Tim Satgas Penanganan Harimau Sumsel melakukan pemasangantrap boxdancamera trap.Istimewa
Tim Satgas Penanganan Harimau Sumsel melakukan pemasangantrap boxdancamera trap.Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Tim Satuan Tugas penanganan harimau Sumatra Selatan memasang 8 unit camera trap dan 1 unit box trap di sejumlah titik untuk mengantisipasi serangan binatang tersebut.
 
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Panji Tjajanto mengatakan saat ini pemasangan trap box dan camera trap sudah hampir rampung dikerjakan.
 
"Ada 8 camera trap yang kita pasang dan 1 unit box trap di Semendo. Besok, Senin pukul 07.30 akan diadakan rapat koordinasi di Pemkab Muara Enim, dalam upaya penanganan konflik harimau dan manusia ini di Kabupaten Muara Enim," kata Pandji, Minggu (29/12/2019).
 
Menurut Pandji, hal itu dilakukan guna melihat pergerakan harimau yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan manusia tersebut.
 
"Langkah itu sesuai intruksi gubernur Sumsel. Tim Satgas juga terus berkoordinasi dengan masyarakat. Saat ini, antisipasi dan penanganan dilakukan titik-titik yang menjadi prioritas,” ujarnya.
 
Bahkan, dia melanjutkan, antisipasi tersebut akan melibatkan beberapa organisasi nirlaba, yakni FHK, WCS, ZSL. Di mana beberapa NGO tersebut akan memberikan bantuan camera trap sebanyak 55 unit.
 
"Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. Camera trap juga rencananya akan kita tambah yang merupakan bantuan NGO," terangnya.
 
Menurutnya, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun hal itu masih dalam penyelidikan.
 
"Namun bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga menghimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan," katanya.
 
Diketahui, Pemprov Sumsel sudah membentuk Satgas khusus yang terdiri dari  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Prov Sumsel (UPTD KPH Semendo) , dan berkoordinasi dengan Camat  Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel harimau
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top