Pembangunan Bendungan Lau Simeme Masih Terganjal Pembebasan Lahan

Pembahasan lahan proyek Bendungan Lau Simeme di Provinsi Sumatra Utara masih dalam pembahasan di Kementerian Lingkungan dan Kehutanan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 29 November 2019  |  17:10 WIB
Pembangunan Bendungan Lau Simeme Masih Terganjal Pembebasan Lahan
Ilustrasi proyek bendungan. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, MEDAN — Pembahasan lahan proyek Bendungan Lau Simeme di Provinsi Sumatra Utara masih dalam pembahasan di Kementerian Lingkungan dan Kehutanan. Adapun saat ini pembangunan sudah memasuki tahap pembuatan terowongan.

Bendungan Lau Simeme merupakan bagian dari proyek pembangunan 65 bendungan Kementerian PUPR. Kepala Seksi Pelaksanaan Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra II Suhardi mengatakan yang menjadi kendala utama pembangunan bendungan saat ini adalah pembebasan lahan.

“Ya, kendala memang dipembebasan tanah, saat ini progresnya masih 0%. Untuk pembebasannya masih di bahas di Kemenhut, mudah-mudahan bisa segera tuntas,” kata Suhardi kepada Bisnis, Jumat (26/11/2019).

Suhardi mengatakan saat ini, progres pembangunan baru memfokuskan untuk pekerjaan paket I dan paket II. Dia merinci pekerjaan paket I yang dimaksud adalah pekerjaan pembangunan jalan masuk sepanjang 2,9 kilometer, dan pekerjaan jalan dari bendungan ke quarry sepanjang 18 kilometer. Sementara untuk paket II yakni pembangunan jalan relokasi sepanjang 800 meter, terowongan pengelak sepanjang 700 meter, serta pekerjaan spillway dan bangunan fasilitas.

Lebih lanjut, panjang terowongan yang dibangun sepanjang 700 meter dan terdiri dari tiga saluran menggunakan sistem pressure flow. “Pekerjaan terowongan sudah mencapai 420 meter dari 700 meter,” katanya.

Pihak BWS Sumatra II telah melakukan pekerjaan penataan dan pembuatan tebing kiri dan tebing kanan bendungan. Setelah, pembangunan terowongan tersebut selesai, selajutnya baru bisa melanjutkan untuk pembangunan bendungan. Pengerjaan bendungan akan terus dikebut kendati masih terkendala pembebasan lahan.

“Untuk paket I progres fisik mencapai 72,46%, sedangkan untuk yang paket II fisiknya mncapai 61,73%,” jelasnya.

Adapun bendungan yang diharapkan dapat membantu pengendalian banjir di Kota Medan tersebut, lanjutnya, ditargetkan dapat selesai pada 2022.

Sebagaimana deiketahui, proyek Bendungan Lau Simeme telah mulai dikerjakan pada 2018. Selain untuk pengendalian banjir Kota Medan, bendungan tersebut untuk mengendalikan deranya aliran air di hulu Sungai Percut dan Sungai Deli. Selain itu, bendungan tersebut juga bermanfaat untuk suplai air baku bagi PDAM Tirtanadi dengan kapasitas 3.000 liter per detik, sumber irigasi Bandar Sidoras seluas 3.082 hektare dan daerah irigasi 185 hektare.

Adapun bendungan tersebut juga dapat menghasilkan PLTA Minihidro 2,8 MW, bendungan juga untuk pengembangan pariwisata Deli Sedang dan perikanan darat bagi masyarakat di hilir waduk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top