Pantai Barat Sumatra Dilanda Gempa, Hindari Bangunan Retak dan Rusak!

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengungkapkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi pada pukul 06.49 WIB memiliki magnitudo sebesar 5,2.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  09:33 WIB
Pantai Barat Sumatra Dilanda Gempa, Hindari Bangunan Retak dan Rusak!
Grafik hasil pencatatan seismometer/seismograf, alat pencatat besaran gempa bumi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa tektonik yang terjadi di wilayah Samudera Hindia, pantai barat Sumatra pada hari ini, Selasa, 22 Oktober 2019.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengungkapkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi yang terjadi pada pukul 06.49 WIB memiliki magnitudo sebesar 5,2.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.47 LS dan 99.71 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 48 km arah Selatan Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat pada kedalaman 23 km.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," katanya dalam siaran pers, Selasa (22/10/2019).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, dia menjelaskan tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. "Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik [thrust fault]," katanya.

Dia menuturkan guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Mentawai, Painan, dan Padang. Hingga saat ini, lanjutnya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan juga menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 07.23 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terdapat satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan M=5,0. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gempa, BMKG

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top