Batam Kembangkan Pulau Putri Jadi Tujuan Wisata

Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, ingin mengembangkan pulau terluar NKRI, Pulau Putri yang berada di sebelah utara Pulau Batam, menjadi daerah tujuan pariwisata.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  15:49 WIB
Batam Kembangkan Pulau Putri Jadi Tujuan Wisata
Pulau Putri di Kota Batam, Kepulauan Riau. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, ingin mengembangkan pulau terluar NKRI, Pulau Putri yang berada di sebelah utara Pulau Batam, menjadi daerah tujuan pariwisata.

"Pulau terluar dikuasai KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), untuk pengembangan wisata tidak masalah, asalkan tidak memberikan kesempatan pihak lain untuk mengelola," kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat mengunjungi Pulau Putri pada Kamis (17/10/2019).

Pulau yang luasnya sempat menyusut itu kini masih dalam pengerjaan reklamasi. Di beberapa sudut pulau, ditempatkan semacam monumen, di antaranya huruf-huruf bertuliskan Indonesia berukuran raksasa.

Di bagian pulau yang menghadap Singapura, juga dibangun monumen besar bertuiskan Wonderful Indonesia. Di bagian menghadap ke dalam pulau, juga terdapat tulisan Pulau Putri.

Wali Kota mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan atraksi yang menarik di sana, agar pelancong dalam dan luar negeri dapat menikmati liburan di pulau tersebut.

Dia mempertimbangkan pembangunan penahan ombak di sekitar perairan di sana, demi menjaga pantai berpasir putih. Hal itu mengingat garis pantai dengan pasir putih menjadi sangat pendek, setelah direklamasi karena pinggir pantai ditimbun menggunakan batu-batu besar.

Dengan pemecah ombak, maka pantai bisa relatif lebih terjaga dari pasang. Juga sampah dan hewan laut yang bisa membuat pelancong tidak nyaman saat bermain air.

"Semacam embung di laut. Nanti dirancang, agar masyarakat bisa berenang tanpa takut binatang. Akan ramai nanti orang ke sini," kata Rudi.

Dia juga menyoroti beberapa bangunan di pulau yang mulai rusak, sebelum serah terima dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Atap pada pelantar mulai berkarat, sedangkan semen di dermaga juga terkelupas.

"Ini karena air laut sangat kuat, nanti kami minta bantuan CSR perusahaan untuk membetulkan," kata Rudi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, pariwisata

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top