Pembangkit Listrik 50 MW Dibangun di Kawasan Industri Kabil

PT Maxpower Indonesia bersama Citramas Group sepakat menjalin kerja sama untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas sekitar 50 MW.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 16 Oktober 2019  |  18:14 WIB
Pembangkit Listrik 50 MW Dibangun di Kawasan Industri Kabil
Kepala BP Batam Muhammad Rudi (kiri) seusai pertemuan dengan PT Daya Sarana Kabil terkait rencana pembangunan pembangkit listrik di kawasan Kabil, Nongsa. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, BATAM — PT Maxpower Indonesia bersama Citramas Group sepakat menjalin kerja sama untuk membangun pembangkit listrik dengan kapasitas sekitar 50 MW.

Peningkatan infrastruktur kelistrikan atau utilitas tersebut sebagai pendukung pengembangan Kawasan Industri Kabil Batam.

Direktur utama Kabil Citra Nusa Peter Vincent mengatakan pembangunan pembangkit listrik tenaga gas alam (PLTGA) tersebut akan dilakukan oleh PT Sarana Daya Kabil — perusahaan yang didirikan oleh PT Maxpower Indonesia bersama Citramas Group.

"Pemadaman listrik memang menjadi salah satu faktor penghambat investasi dan berdampak besar pada kawasan industri di Batam, terutama Kawasan Industri Terpadu Kabil," kata Vincent di Kantor BP Batam, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia, pada April lalu, daerah kabil mengalami pemadaman listrik sebanyak 6 kali, Bulan Mei mengalami 4 kali pemadaman. Lalu Bulan Oktober ini terjadi lagi, kurang lebih 3 kali. Pemadaman sangat menghambat investasi karena listrik merupakan kebutuhan utama bagi industri.

Direktur Utama PT Maxpower Indonesia Fazil Erwin Alfitri mengatakan, PT Sarana Daya Kabil akan melakukan pemanfaatan Liquefied Natural Gas (LNG) dengan cara mempersiapkan LNG to Power di Kabil untuk mengatasi permasalahan listrik di Kota Batam.

“Kami akan menerima pembangkit independen dan juga menerima energi yang dihasilkan oleh PLN, lalu dikumpulkan dan nantinya akan fokus pada penyediaan listrik, air, uap air, dan pengelolaan sampah,” ungkap Fazil.

Menurutnya, pasokan tambahan listrik ini ke depannya dapat digunakan untuk kebutuhan industri Maintenance Repair Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Hang Nadim dan Nongsa Digital Park (NDP).

“Total pengembangan pertama hanya 50 MW. Untuk 15 MW pertama akan siap di akhir Februari tahun 2020. Memang fast track, karena pembangkitnya sudah siap dan sudah tersedia. Fase kedua yang akan selesai sekitar akhir Juni tahun 2020 untuk 20 MW berikutnya, dan fase tiga di akhir tahun 2020. Sehingga total 50 MW power,” katanya.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi memberikan apresiasi kepada PT Sarana Daya Kabil yang menginisiasi pengembangan utilitas, khususnya di kawasan industri Kota Batam, sebagai wujud dari dukungan atas rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam.

“Kami berterima kasih atas inisiasi dari PT Sarana Daya Kabil untuk menyiapkan pasokan tambahan untuk listrik. Karena hal ini sudah menjadi sorotan Wakil Presiden RI. Mudah-mudahan apabila pembangunan ini terealisasi, permasalahan kelistrikan di Batam terselesaikan,” kata Rudi.(K41)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, batam

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top