Program Pembangunan Mebidangro Perlu Segera Dituntaskan

Program pembangunan jangka panjang bertahap kawasan Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) penting untuk segera dituntaskan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  21:00 WIB
Program Pembangunan Mebidangro Perlu Segera Dituntaskan
Dermaga Parapat Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara. Pengembangan kawasan wisata Danau Toba merupakan salah satu alasan program pembangunan jangka panjang bertahap kawasan Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) perlu dibahas tuntas. - Antara/Andika Wahyu

Bisnis.com, MEDAN – Program pembangunan jangka panjang bertahap kawasan Medan-Binjai-Deliserdang-Karo (Mebidangro) penting untuk segera dituntaskan.

Hal itu terutama menyangkut pembangunan beberapa proyek nasional di Sumut, seperti Jalan Tol Trans Sumatra, kawasan wisata Danau Toba, Kuala Tanjung-Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, serta pariwisata Kepulauan Nias.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan perlu diagendakan waktu khusus untuk membahas program tersebut dengan melibatkan semua pihak yang terkait. Para pihak terkait juga diminta untuk mempersiapkan rencana masing-masing sebagai masukan.

“Saya mau membahas ini, kita undang pihak terkait. Ini harus dibahas seharian penuh,” ujar Edy di Medan pada Selasa (8/10/2019).

Menurut Gubsu, untuk mematangkan rencana pembangunan tersebut, harus melibatkan penuh seluruh kabupaten/kota terkait sebab semuanya merupakan satu kesatuan yang akan saling terhubung satu sama lain dalam berbagi bidang infrastruktur dan perdagangan.

Apalagi, program yang akan diusulkan ke pemerintah pusat nantinya, diproyeksikan 10 hingga 20 tahun ke depan.

“Jadi siapa pun gubernurnya nanti, dia akan melaksanakan ini. Jadi semua APBD (kabupaten/kota dan provinsi) bisa digunakan. Mari kita kawal semua, ini prioritas kerja kita,” kata Edy.

Akademisi USU Budi Sinulingga sekaligus Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Karo (IKC) memaparkan bahwa program Mebidangro dimulai sejak 2011, terbagi dalam empat tahap yakni pada 2011 - 2014, 2015 - 2019, 2020 – 2024, dan periode 2025 - 2027.

“Ini sebenarnya sudah ada di Perpres 62/2011 (Tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro). Banyak yang harus kita siapkan, " sebut Budi.

Beberapa dipaparkannya seperti jalur penghubung Kualanamu-Belawan, Jalan Layang Medan-Berastagi, Bendungan Lau Simeme, Normalisasi Sungai hingga sarana publik dan beberapa kawasan berkelas internasional lainnya.

 Sementara tokoh masyarakat Parlindungan Purba menilai bahwa perlu ada kesiapan secara internal Mebidangro sebelum rencana diusulkan ke pusat agar tujuan dan target pembangunan ini bisa maksimal.

“Yang penting adalah kerja sama antardaerah. Sekarang kita harus siap mengawal. Apalagi Gubernur bersemangat untuk ini. Makanya, kalau sudah siap secara internal (Mebidangro), baru kita sampaikan ke pusat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
danau toba, sumatra utara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top