Jaga Kondisi Tanpa Titik Api, Riau Berharap Hujan Turun

Kabut asap akibat karhutla di wilayah Riau berangsur berkurang, termasuk jumlah titik api yang saat ini sudah tidak ada. Pemprov Riau berharap hujan turun sehingga kualitas udara wilayahnya semakin stabil.
Satgas Karhutla Riau terus berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran lahan gambut yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019)./Antara
Satgas Karhutla Riau terus berupaya melakukan pemadaman di tengah pekatnya asap kebakaran lahan gambut yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (16/9/2019)./Antara
Bisnis.com, PEKANBARU -- Kabut asap akibat karhutla di wilayah Riau berangsur berkurang, termasuk jumlah titik api yang saat ini sudah tidak ada. Pemprov Riau berharap hujan turun sehingga kualitas udara wilayahnya semakin stabil.
 
Gubernur Riau Syamsuar mengatakan meski sudah mencabut status darurat pencemaran udara, pihaknya tetap dalam status siaga karhutla.
 
"Untuk status siaga karhutla tetap sampai 31 Oktober 2019. Mudah-mudahan semua tetap stabil. Mohon doanya semoga turun hujan dan kita pertahankan titik api nihil, sekarang kan titik api nihil," ujarnya Selasa (1/10/2019).
 
Sebelumnya Pemprov Riau sudah mencabut status Darurat Pencemaran Udara, Senin (30/9/2019). Status ini tidak diperpanjang karena saat ini kondisi udara di Riau terus membaik.
 
Pemprov menetapkan status tersebut pada 23 September 2019 lalu, setelah kualitas udara setempat berada dalam level berbahaya selama 10 hari berturut-turut. 
 
Namun sejak 24 September 2019, hujan yang terus mengguyur Riau membuat Karhutla banyak padam dan kabut asap hilang. Hari ini BMKG mencatat di Riau tidak ada titik api. Selain hujan, hal ini juga andil dari Satgas Karhutla serta pihak terkait yang sudah berjibaku memadamkan api di seluruh wilayah Riau.
 
Sementara itu status siaga karhutla ditetapkan Pemprov Riau sejak 19 Februari 2019 lalu, sebagai antisipasi jelang musim kemarau dan antisipasi maraknya aksi pembakaran lahan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Status siaga karhutla akan berakhir pada 31 Oktober 2019 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper