Sumatra Selatan Kembangkan Tanaman Aren

Pemprov Sumatra Selatan berencana mengembangkan tanaman aren atau enau di lahan rawa karena memiliki nilai tambah yang bisa meningkatkan pendapatan petani.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 25 September 2019  |  15:20 WIB
Sumatra Selatan Kembangkan Tanaman Aren
Gubernur Sumsel Herman Deru (dari kiri) Bersama Wakil Gubenur Sumsel Mawardi Yahya meninjau tanaman aren di Kabupaten Ogan Ilir. Foto: Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG – Pemprov Sumatra Selatan berencana mengembangkan tanaman aren atau enau di lahan rawa karena memiliki nilai tambah yang bisa meningkatkan pendapatan petani.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan budidaya tanaman aren telah dilakukan di Desa Ulak Segelung, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

“Ada sekitar 10 hektare lahan di desa itu yang ditanami aren sejak 7 tahun lalu dan dibudidayakan dengan baik,” katanya, Rabu (25/9/2019).

Menurut Deru, tanaman aren selama ini hanya tumbuh di dataran yang tidak berair. Sebagian besar tanaman aren tumbuh liar di dalam hutan dan belum diusahakan dengan baik oleh petani.

Sementara pengembangan aren di Desa Ulak Segelung, yang mendapatkan pembinaan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), sudah berbuah dan mendekati masa panen.

Dia menjelaskan, petani memiliki banyak keuntungan jika menanam pohon aren, pasalnya mulai dari akar, batang dan buahnya bernilai jual.

“Buahnya bisa dimanfaatkan sebagai minuman segar yakni kolang-kaling. Lalu sari patinya bisa dibuat gula aren atau gula merah yang banyak dikonsumsi masyarakat. Sabutnya bisa untuk menjernihkan air, sapu maupun pemijahan ikan,” paparnya.

Bahkan, jika pohon tidak produktif lagi, batangnya bisa dimanfaatkan untuk dibuat tepung aren. Tepung ini bisa dijadikan pengganti nasi. Karena memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi.

“Pohon ini ada kemiripan dengan pohon sagu di Papua. Sehingga, bisa jadi komoditas unggulan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan dengan pengolahan tanah yang benar, pohon ini bisa tumbuk dengan baik di lokasi rawa.

Dia berharap pengembangan tanaman ini di berbagai lokasi diharapkan dapat turut menambah pendapatan masyarakat. Sehingga, target Pemprov Sumsel yang ingin menurunkan angka kemiskinan menjadi 1 digit diharapkan bisa tercapai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, mengatakan berdasarkan data statistik pertanian 2018, potensi tanaman aren (Arenga pinata) di Sumsel mencapai 1.095 ha dengan produksi gula merah sebanyak 297 ton.

Adapun kabupaten yang memiliki luas areal tanaman aren terluas yakni OKU Selatan dengan luas lahan 470 ha

Menurutnya, pemanfaatan tanaman aren di Sumsel belum dilakukan secara maksimal. Dia mencontohkan di Kabupaten Muratara dan Muara Enim yang memiliki luas tanaman aren yang banyak justru hasil gula merahnya sedikit.

“Potensi ini bisa digerakkan karena untuk kota Palembang saja gula merah masih didatangkan dari Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, untuk kebutuhan pembuatan cuko atau kuah pempek,” katanya.

Bahkan, produk gula merah berpotensi menembus pasar Eropa. Pasalnya, masyarakat di sana sudah mengganti kebiasaan minum kopi menggunakan gula pasir menjadi gula merah.

Tanaman aren, sambung Rudi, tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus. Tanaman tersebut dapat tumbuh pada tanah-tanah liat, berlumur dan berpasir.

Aren sendiri aslinya adalah tumbuhan rawa, sama seperti pohon kelapa sawit, pohon rumbia atau sagu, pohon nipah dan tanaman lain sesama suku pinang-pinangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top