Sumut Terdampak Karhutla, 5 Penerbangan Dibatalkan

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat lima penerbangan batal di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Senin (23/9/2019).
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 23 September 2019  |  15:17 WIB
Sumut Terdampak Karhutla, 5 Penerbangan Dibatalkan
Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatra Utara. - Antara/Anis Efizudin

Bisnis.com, DELI SERDANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat lima penerbangan batal di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Senin (23/9/2019), sementara yang ditunda tiga penerbangan.

Penerbangan yang batal yakni nomor penerbangan IW 1296/1297 (Wings Air) tujuan Kualanamu-Silangit, IW 1410/1411 (Wings Air) tujuan Kualanamu-Rembele Aceh, IW 1216/1215 (Wings Air) tujuan Kualanamu-Aek Godang, IW 156/1155 (Wings Air) tujuan Kualanamu-Ferdinand Lumban Tobing Pinang Sori, dan IW 1239/1238 (Wings Air) tujuan Kualanamu-Pinang Kampai Dumai.

Sementara, untuk penerbangan yang mengalami penundaan yakni GA 266 (Garuda) tujuan Kualanamu-Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, JT 140 (Lion) tujuan Kualanamu-Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan QG 928 (Citilink) tujuan Kualanamu-Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Executive General Manager Bandara Kualanamu Bayuh Iswantoro mengatakan kabut asap akibat karhutla mengganggu beberapa penerbangan dikarenakan asap yang berdampak jarak pandang di bandara tujuan rendah. Jarak pandangnya hanya sekitar 1.200-1.500 meter dari data BMKG.

“Karena itu, ada penerbangan yang mengalami pembatalan dan penundaan. Kami juga terus mengingatkan kepada operator di bidang penerbangan untuk mematuhui prinsip 3S+1C yakni safety, security, services, dan complaince," katanya melalui keterangan resminya pada Senin (23/9/2019).

Dia mengatakan manajeman PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan langkah komunikasi dan koordinasikan kepada Otoritas Wilayah II, BMKG, PT Airnav Indonesia, instansi pemerintah, dan seluruh maskapai.

Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan keselamatan operasi penerbangan dan keselamatan serta kesehatan kerja di lingkungan Bandara Kualanamu untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan (acceptable level of safety).

Dia menambahkan ada beberapa upaya yang dilakukan yakni komunikasi dan koordinasi dalam mematuhi dan melaksanakan peraturan keselamatan operasi standar penerbangan.

Kemudian, menjamin dan memastikan secara teknis agar segala fasilitas kualitas pendaratan termasuk landasan parking, lampu pendaratan, lampu runway dan alat bantu visual supaya berfungsi dengan baik dengan harapan pada kondisi yang berkabut ini di mana visibility berkurang, tapi secara fungsi alat bantu navigasi pendaratan bisa berkerja secara optimal.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan BNPB untuk bersama-sama dalam mengawasi peta titik-titik yang berpotensi menjadi api yang ada di seputaran Sumatra Utara dan dengan BMKG bersama mengawasi peta titik api yang ada di Sumatra dan Kalimantan karena imbas dari dampak asap ini ialah penurunan visibility penerbangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penerbangan, Karhutla

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top