Sumut dan Thailand Jajaki Kerja Sama di Bidang Pariwisata

Wakil Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengatakan pihak provinsi Songkhla bagian Selatan Thailand sebelumnya pernah menjalin kerjasama pada 2014 silam. Dia berharap kali ini kerjasama strategis tersebut dapat dilanjutkan kembali.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 08 September 2019  |  16:32 WIB
Sumut dan Thailand Jajaki Kerja Sama di Bidang Pariwisata
Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi (kiri) bersama Wakil Gubernur Musa Rajekshah (kanan). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, MEDAN— Pemerintah Sumatra Utara menjajaki kerja sama dengan Thailand untuk meningkatkan realisasi investasi daerah yang ditarget mencapai Rp33,91 triliun hingga akhir 2019, khususnya di bidang pariwisata.

Wakil Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Musa Rajekshah mengatakan pihak provinsi Songkhla bagian Selatan Thailand sebelumnya pernah menjalin kerjasama pada 2014 silam. Dia berharap kali ini kerjasama strategis tersebut dapat dilanjutkan kembali.

Belum lama ini, dia telah menerima kedatangan Deputi Gubernur Songhkla Pairoj Jarit-Ngam bersama dengan sejumlah pengusaha di bidang pariwisata. Pertemuan tersebut sebagai komitmen guna menindak lanjuti kerjasama antar provinsi antar negara dengan Negeri Gajah Putih itu, khususnya di bidang pariwisata.

Apalagi, lanjutnya, beberpaa bulan ke depan akan ada beberapa event Melayu Day di Pattani Thailand. Musa menyebutkan, dapat menjadi momentum pemerintah Sumut untuk melakukan kunjungan sekaligus melihat potensi yang bisa diambil bagi kerjasama kedua belah pihak.

“Bagaimana nanti bisa terjalin hubungan saling menguntungkan untuk mempromosikan wisata yang ada di Sumut,dan juga membangkitkan ekonomi kreatif” kata Musa seperti dikutip Minggu (8/9/2019).

Musa mengatakan pihak Thailand juga menyinggung untuk penambahan rute penerbangan langsung, dari Bandara Internasional Kualanamu menuju Thailand. Harapannya hal tersebut dapat ditindaklanjuti, sehingga dapat memudahkan akses kedua belah pihak.

“Kita akan lihat potensinya seperti apa, karea jalur penerbangan ini dibuka melihat dari segi ekonomi dan bisnis, memungkinkan atau tidak. Saya yakin jika ada kerjasama yang baik, hal ini memungkinkan untuk dibuka [rute penerbangan] ,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumut

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top