OKI Buka Keran Dana Pusat untuk Akses Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Sumatra Selatan, memastikan daerah itu mendapat bantuan senilai Rp28 miliar dari pusat.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  17:23 WIB
OKI Buka Keran Dana Pusat untuk Akses Air Bersih
Ilustrasi pengolahan air bersih.

Bisnis.com, PALEMBANG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir atau OKI, Sumatra Selatan, memastikan daerah itu mendapat bantuan senilai Rp28 miliar dari pusat untuk penyediaan akses air bersih dan sanitasi layak.

Direktur PDAM Tirta Agung OKI, Banarianto, mengatakan bantuan yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu diberikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tahun 2020 dipastikan kita kembali mendapat bantuan akses air bersih untuk masyarakat, kami sudah selesaikan DED-nya (detail engineering design)," katanya, Minggu (25/8/2019).

Bantuan tersebut, tambah Banar, untuk menambah kembali jumlah sambungan rumah (SR) baru air PDAM kepada MBR sebanyak 1.500 SR pada 2019 dan 2.000 SR pada tahun 2020 atau untuk melayani sekitar 17.500 jiwa dengan nilai hibah mencapai Rp28 miliar.

Banar mengatakan untuk mendapat hibah air minum itu, Pemda harus memenuhi beberapa persyaratan. Seperti adanya Peraturan Daerah (Perda), Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan kesiapan APBD pada tahun berjalan.

Ditambah lagi, Kementerian PUPR memprioritaskan kabupaten/kota penerima hibah air minum adalah daerah dengan PDAM berkinerja baik dalam pemasangan SR.

"PDAM sebagai BUMD disyaratkan masih memiliki kapasitas produksi tidak terpakai dan daftar MBR calon penerima hibah sesuai kriteria yang ditentukan," ujarnya.

Sementara kriteria bagi penerima manfaat, dari MBR, jelas Banar, antara lain kondisi rumah sesuai kriteria dan bersedia menjadi pelanggan PDAM serta daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA.

Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih dan menekan kawasan kumuh di Indonesia.

Peningkatan akses air bersih dan pengelolaan persampahan itu turut berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk hidup lebih sehat.

"Pertambahan jumlah penduduk terutama di perkotaan, mengakibatkan kebutuhan prasarana air bersih dan sanitasi juga meningkat. Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses aman air bersih di Indonesia yang saat ini baru mencapai 73,8%," kata Sekretaris Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR, T. Iskandar.

Sementara itu Bupati OKI Iskandar telah menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa aset infrastruktur permukiman senilai Rp53,16 Milyar dari Kementerian PUPR. Aset tetap tersebut dibangun antara tahun anggaran 2005--2017 dengan dana APBN di Ditjen Cipta Karya.

Iskandar mengatakan dirinya berharap program ini bisa terus dilanjutkan untuk kepentingan warga OKI, sebab masih banyak fasilitas publik yg membutuhkan pembenahan.

"Kami ucapkan terimakasih atas kepercayaan Kementerian PUPR dan kami tetap berharap bantuan dalam bentuk lainnya sehingga bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat OKI," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel, air bersih

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top