BP Batam Siap Dukung Program Pemerintahan Berbasis Elektronik

Pusat Pengolahan Data dan Sistem Informasi (PDSI) Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyiapkan berbagai terobosan untuk mendukung Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE),
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  15:15 WIB
BP Batam Siap Dukung Program Pemerintahan Berbasis Elektronik
Business Gathering tentang Data Centre yang digagas pusat PDSI BP Batam - Humas BP Batam.

Bisnis.com, BATAM-Pusat Pengolahan Data dan Sistem Informasi (PDSI) Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyiapkan berbagai terobosan untuk mendukung Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE), sesuai dengan amanat pemerintah lewat Peraturan Presiden (PP) RI Nomor 95 Tahun 2018.


Dalam acara Business Gathering yang mengusung tema Solusi Data Center Pada Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Era Revolusi Industri 4.0 di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/8), Kepala pusat PDSI BP Batam Sylvia Malaihollo mengatakan, satu terobosan yang dilakukan pusat PDSI BP Batam meluncurkan layanan IT Center berupa Private Cloud.

Selain itu pusat PDSI BP Batam juga menelurkan Colocation, Replikasi Data, dan Layanan yang dikelola secara profesional yang dapat memberikan sumber daya dan efisiensi yang maksimum dengan kebutuhan dari Instansi.
 
"Layanan ini dinilai fleksibel menyesuaikan dengan kebutuhan instansi," kata Sylvia dalam keterangan yang diterima pada Jumat (23/8)
 
BP Batam, kata Sylvia lagi, juga dapat memberikan layanan aman dan andal untuk kebutuhan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik yang berstandar internasional bagi Instansi Pemerintahan.
 
Saat ini, semua sistem di BP Batam sudah tidak lagi yang dilakukan secara manual, semuanya diselesaikan dengan sistem informasi yang terintegrasi dengan pemerintah pusat. 

Kebutuhan terhadap infrastruktur IT yang kompleks dan andal saat ini sudah sangat diperlukan. Hal itu untuk mendorong pemanfaatan komputasi awan (cloud computing), dimana instansi pemerintah maupun swasta tidak harus memikirkan infrastruktur IT yang rumit dan harus dikelola sendiri.
 
Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo) RI Bambang Dwi Anggono menjelaskan, saat ini sistem analisa merupakan salah satu kunci dalam penerapan industri 4.0 yang menyeluruh dan maksimal. 

Jika masih berkutat pada  bagaimana cara mengintegrasikan e-planning dan e-budgeting, hal itu masih berada di era industri 3.0. 

"Industri 4.0 adalah bagaimana kita mampu menganalisa kedua sistem tadi menjadi nilai tambah,” kata Bambang.

Ada beberapa kendala dalam proses implementasi industri 4.0, menurut Bambang, antara lain minimnya dokumen perencanaan, belum meratanya telekomunikasi, kerentanan terhadap informasi, duplikasi informasi yang sangat tinggi, dan minimnya SDM yang bersertifikasi IT.

Untuk itu, ke depan sebuah daerah, baik berupa lembaga tingkat Kabupaten, Kota, maupun Provinsi, harus memiliki satu data center saja sebagai upaya meminimalisir duplikasi informasi. Hal itu juga untuk meminimalisir pengeluaran APBN di tiap daerah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batam, pusat data

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top