SKK Migas Diminta Kembangkan Infrastruktur Pariwisata di Anambas dan Natuna

SKK Migas bersama dengan Kontaktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pengembangan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Kabupaten Natuna dan Anambas.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  17:16 WIB
SKK Migas Diminta Kembangkan Infrastruktur Pariwisata di Anambas dan Natuna
: Kepala Perkwakilan SKK Migas wilayah Sumatera bagian Utara, Avicenia Darwis, dalam forum diskusi dengan tema Kontribusi Sektor Hulu Migas dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang dilaksanakan di Radisson Golf & Convention Centre Batam pada Kamis (22/8) - Bisnis/Bobi Bani.

Bisnis.com, BATAM-Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama dengan Kontaktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap pengembangan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Kabupaten Natuna dan Anambas.

Dalam forum diskusi dengan tema Kontribusi Sektor Hulu Migas dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang dilaksanakan di Radisson Golf & Convention Centre Batam pada Kamis (22/8),

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris menyampaikan harapannya agar persoalan konektivitas di Anambas bisa teratasi. Dimana masalah konektivitas ini diakuinya menjadi masalah bagi pengembangan kegiatan ekonomi di berbagai sektor, termasuk di dalamnya sektor pariwisata.

"Kalau pas angin kencang, banyak turis yang awalnya mau datang ke Anambas malah tidak jadi, karena ombak cukup mengkhawatirkan," kata Abdul Haris ketika memberikan paparan terkait potensi yang dimiliki Kabupaten Anambas.

Anambas sendiri, sejatinya telah memiliki bandara di pulau Letung, akan tetapi hadirnya bandara di pulau Letung tersebut, belum menyelesaikan masalah konektivitas yang ada di kabupaten dengan 98 persen wilayah laut tersebut. Untuk itu,

Haris mengharapkan bandara milik SKK Migas yang ada di pulau Matak bisa dioptimalkan juga untuk tujuan komersial.

Hal itu diyakini Haris akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Anambas. "Kalau untuk keindahan alamnya potensi kita sangat besar sekali, cuma kita terkendala konektivitas, kita harapkan dukungan SKK Migas untuk itu," kata Haris lagi.

Tidak itu saja, Haris juga meminta SKK Migas untuk bisa melihat dan mendukung optimalisasi potensi lain yang dimiliki Anambas yakni potensi perikanan.

Dimana konektivitas tersebut juga akan mendukung berkembangnya potensi perikanan dan industri turunannya seperti budidaya rumput laut dan sebagainya.

"Yang menjadi kesulitan anambas adalah masalah konektivitas, apa yg kita buat terkendala dengan konektivitas. Alhamdulilah ada tol laut dimana produk kelautan bisa bernilai lebih, dulu harganya murah karena barangnya melimpah. Kita harap CSR bisa disalurkan di sana," kata Haris lagi.
Bupati Kabupaten Natuna Hamid Rizal juga berharap dukungan SKK Migas untuk pembangunan ekosistem pariwisata di Natuna. Hamid berharap ada dukungan SKK Migas dalam upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna dalam menghadirkan produk-produk yang bisa dimanfaatkan di sektor pariwisata.

"Mari memberikan pelatihan kepada home industri di Natuna, pelatihan kerajinan, menganyam tikar, dan hal-hal yang bisa meningkatkan ekonomi. Sektor perikanan dan pariwisata sangat menonjol di Natuna, kalau bisa disinergikan antara Pemda dan perusahaan, maka bisa berkembang baik," kata Hamid.

Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Sumatera bagian Utara, Avicenia Darwis menjelaskan, program SKK Migas ditujukan untuk kebermanfaatan buat investor, pemerintah, dan local people dimana SKK Migas beroperasi.

Local people ini dinilai akan menjadi penyumbang semangat industri hulu migas di daerah seperti Natuna dan Anambas sehingga pihaknya terus memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar.

Terkait dengan permintaan Pemkab Anambas untuk mendukung sektor pariwisata melalui hadirnya konektivitas di jalur udara, Avicenia menjelaskan pihaknya akan menampung usulan tersebut dan menyampaikan di tingkat pusat. Prioritas utama Anambas untuk sektor pariwisata di pulau Matak tersebut tentu menjadi tugas bersama untuk bisa diwujudkan.

"Kita masukan saja dulu untuk disuarakan ke tingkat lebih tinggi, mudah-mudahan keinginan pemerintah Anambas bisa terwujud," kata Avicenia

Avicenia melanjutkan, Forum diskusi SKK Migas ini untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai kontribusi sektor hulu migas bagi perekonomian daerah tetapi juga untuk membangun sinergi agar bisa mengoptimalkan kontribusi tersebut di daerah-daerah penghasil migas.

Kehadiran industri hulu migas diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional dan regional, namun khususnya memberikan dampak di sekitar wilayah operasi hulu migas.

"Sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia, selain menyumbang pendapatan negara, sektor hulu migas turut memberikan kontribusi dalam mendorong perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di daerah penghasilnya," kata Avicenia lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
natuna, skk migas

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top