Jaringan Irigasi Komering Berpotensi Airi Lahan 124.000 Hektare

Proyek irigasi Komering, Sumatra Selatan, berpotensi mengairi lahan seluas 124.000 hektare di Sumsel dan Lampung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  13:47 WIB
Jaringan Irigasi Komering Berpotensi Airi Lahan 124.000 Hektare
Jaringan Irigasi Komering di Sumatra Selatan. - Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek irigasi Komering, Sumatra Selatan, yang dikembangkan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatra VIII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), berpotensi mengairi lahan seluas 124.000 hektare di Sumsel dan Lampung.

"Pembangunan bendungan, embung, jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan irigasi eksisting bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Selasa (20/8/2019).

Menurut Basuki, program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program yang targetnya akan tercapai selain sejumlah program antara lain pemeliharaan jalan nasional, pembangunan jalan baru, jalan tol, dan waduk.

Terkait dengan jaringan irigasi Komering, berdasarkan data Kementerian PUPR, luas irigasi terbagi di Provinsi Sumsel seluas 74.000 ha di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Provinsi Lampung seluas 50.000 ha terletak di Kabupaten Way Kanan dan Tulang Bawang.

Pada 2016 - 2019, Kementerian PUPR melaksanakan pembangunan Jaringan Irigasi Utama Bahuga D.I Komering bagian hilir di Kabupaten OKU Timur dengan luas 6.853 ha. Pekerjaan dibagi menjadi dua paket yakni Paket I seluas 3.741 ha dan Paket II seluas 3.112 ha.

Lingkup pekerjaan di Paket I antara lain pembangunan saluran sekunder 15,05 km dan subsekunder 14,17 km. Konstruksi dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan PT Tri Bhakti dengan anggaran Rp288 miliar dan progres fisiknya sudah mencapai 94,7 persen.

Pada Paket II dikerjakan pembangunan saluran sekunder 14,21 km dan saluran subsekunder 30,17 km. Konstruksi dilakukan oleh PT Adhi Karya dan PT Punggur dengan anggaran Rp301 miliar dan progres konstruksi mencapai 90 persen.

Adapun, pada setiap paket juga dibangun bangunan pelengkap seperti bangunan bagi, sadap, ukur, pelimpah dan penguras, jembatan desa, gorong-gorong, bangunan terjun dan bangunan akhir.

"Pembangunan Daerah Irigasi Komering dilakukan bertahap dengan mengembangkan subdaerah irigasinya sejak tahun 1990. Tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup dan standar hidup petani melalui peningkatan areal tanaman dan produksi pertanian," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra VIII Ditjen Sumber Daya Air Birendrajana.

Sumber daya air yang dimanfaatkan berasal dari Danau Ranau yang merupakan danau alam dengan kapasitas sebesar 254 juta meter kubik. Sementara itu, tantangan yang dihadapi dalam pengaturan irigasi adalah pada musim kemarau debit air Sungai Komering yang masuk ke saluran irigasi sangat kecil.

Bila musim hujan, maka elevasi Sungai Komering naik mengakibatkan debit air Sungai Komering yang masuk ke saluran relatif cukup besar dan membawa cukup banyak kandungan lumpur yang mengendap di saluran.

Dalam periode 2015 - 2018, Kementerian PUPR telah membangun 865.393 ha jaringan irigasi dari target satu juta ha jaringan irigasi baru. Pada akhir 2019 ditargetkan tambahan 139.410 ha jaringan irigasi sehingga total jaringan irigasi terbangun dari 2015 - 2019 seluas 1.004.803 ha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
irigasi, sawah

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top