Polisi Selidiki 16 Pemilik Lahan Terbakar di Ogan Ilir

Kepolisian Resor Ogan Ilir, Sumatra Selatan, memeriksa 16 pemilik lahan di Kabupaten Ogan Ilir yang terbakar di daerah itu.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 09 Agustus 2019  |  17:04 WIB
Polisi Selidiki 16 Pemilik Lahan Terbakar di Ogan Ilir
Areal lahan gambut yang terbakar di desa Rambutan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (7/8/2019). Berdasarkan data BPBD Sumatra Selatan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan mencapai 257,9 hektare. - Antara/Ahmad Rizki Prabu

Bisnis.com, PALEMBANG — Kepolisian Resor Ogan Ilir, Sumatra Selatan, memeriksa 16 pemilik lahan di Kabupaten Ogan Ilir yang terbakar di daerah itu.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Ghazali Ahmad, mengatakan pihaknya sedang menjalani proses penyelidikan kepada para pemilik lahan tersebut.

“Dari 16 kejadian ini, diidentifikasi ada 16 pemilik lahan perorangan, tidak ada perusahaan. Sedang kita cari pemiliknya, kita selidiki. Ada yang sudah diketahui pemiliknya ada yang belum diketahui,” ujarnya, Jumat (9/8/2019).

Ghazali memerinci dari total luasan lahan yang terbakar di OI tercatat 139 ha berada di sekitar Jalan Tol Palembang – Indralaya (Palindra), Kecamatan Pemulutan Barat.

Menurut dia, 16 kejadian karhutla di wilayah tersebut terjadi selama kurun tiga bulan terakhir. Sementara berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan, lahan yang sudah hangus terbakar di Ogan Ilir sejak Maret lalu seluas 268,48 ha.

Ghazali mengemukakan, pihaknya telah mengidentifikasi 2 pemilik lahan yang terkait dengan karhutla di sekitar jalan Tol Palindra.

Diketahui, Kebakaran yang menyebar dari Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat tersebut sudah berhasil dipadamkan pada Rabu (7/8) malam. Kini pihaknya tengah fokus melakukan penyelidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pemilik lahan pasti akan diperiksa, kita ambil keterangannya untuk mengetahui penyebab kebakaran. Kita sudah pasang police line di lokasi kebakaran agar TKP tidak diganggu,” katanya.

Tak hanya itu, dia melanjutkan, kepolisian juga memasang spanduk yang bertuliskan penyelidikan terhadap lahan kebakaran itu.

Dia mengatakan pihaknya masih belum mengetahui pasti penyebab api bisa menghanguskan kawasan sangat luas tersebut.

Berdasarkan pengakuan warga, lahan di kawasan tersebut sudah langganan karhutla setiap tahunnya. Namun lahan tersebut bukanlah lahan yang bisa ditumbuhi untuk tanaman perkebunan karena sifat tanahnya yang asam.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Sumsel, Ansori, mengatakan sebagian besar pemilik lahan yang terbakar di 2 desa di Kecamatan Pemulutan Barat dan 3 desa di Kecamatan Indralaya Utara tersebut bukan warga yang tinggal di desa sekitar.

Ansori mengatakan ada beberapa pejabat yang kehabisan modal untuk mengelola lahan tersebut sebagai pemilik lahan.

“Di lokasi terbakar itu banyak plang nama pemilik lahannya. Kalau lahan itu punya pengusaha, pasti diusahakan tidak akan dibiarkan menjadi lahan tidur. Ini bekas pejabat lama yang mau bangun, tapi tidak ada modal lagi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tanah di lahan tersebut pun bersifat asam sehingga sulit dimanfaatkan untuk pertanian. Dari penyelidikan sementara penyebab kebakaran, terindikasi adanya ulah manusia yang menyebabkan karhutla di kawasan tersebut.

“Penyebab awal secara teori tidak mungkin hidup sendiri, jadi kemungkinan besar dibakar. Tapi kalau dibakar untuk apa?”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kebakaran hutan

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top