Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sumsel Dukung Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian

Sumsel Dukung Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  00:33 WIB
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Doni Monardo terkait pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian. - Istimewa
Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) Doni Monardo terkait pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian. - Istimewa

Bisnis.com, PALEMBANG  - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan berkomitmen memanfaatkan lahan gambut untuk dijadikan lahan pertanian dan perkebunan sesuai yang dicanangkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNBP.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan sebagai dukungan pihaknya akan menyulap lahan gambut di Sumsel menjadi lahan produktif untuk menanam komoditas pertanian, seperti lobak, tomat dan sukun.

“Kami yakin jika ini digarap dengan serius lahan gambut yang selama ini tidak dimanfaatkan secara maksimal  akan menjadi  salah satu media tanam baru bagi petani, harapannya dapat meningkatkan pendapatan petani,” katanya dalam keterangan pers usai rapat dengan  BNPB pusat yang juga dihadiri oleh  Gubernur Riau dan Bupati  Aceh Utara di Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Mawardi mengatakan pihaknya segera memberi sosialisasi kepada masyarakat terkait program pemanfaatan lahan gambut tersebut.

Menurut dia, penanaman komoditas pertanian seperti lobak  dan sejenisnya  tentu saja harus sesuai dengan unsur hara yang terkandung dalam lahan gambut. Di samping itu program ini harus melibatkan BUMDesa yang ada di desa-desa.

“Harus ada hilirisasi jangan sampai masyarakat kita suruh tanam. Namun hasil produksinya tidak kita pikirkan. Artinya  pemasarannya harus jelas sehingga masyarakat tertarik,” ujarnya.

Senada dengan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, Gubernur Riau Syamsuar juga menyampaikan hal yang sama.

Pihaknya menyambut baik atas inovasi yang dilakukan oleh BNPB dan segera mensosialisasikan penanaman komoditas pertanian di lahan gambut kepada masyarakat petani di Provinsi Riau.

“Kami di Riau juga akan utamakan lahan-lahan yang belum terbakar untuk ditanami dan dijadikan sebagai sumber kehidupan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan,  produk komoditas pertanian di lahan gambut ini nantinya akan diserap Jepang.

“Urusan pemasaran akan diambil pihak Dentsu, perusahaan marketing dari Jepang sebagai pihak investor siap memberikan jaminan kepada para petani,” katanya.

Menurut Doni yang paling penting produk pertanian gambut itu memiliki mutu dan kualitas yang baik sehingga dapat bersaing di pasar dunia.

Doni menambahkan, penyebab utama kebakaran hutan, lahan dan gambut di Indonesia 99 persen tak lain akibat ulah manusia.

Oleh karena itu pihaknya merasa perlu ada upaya pengembangan kawasan gambut sebagai ekosistem yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

“Pencegahan kebakaran lahan dan hutan tentu melibatkan semua komponen. Sementara di Indonesia total luas lahan gambut 15,4 juta hektare  tersebar di 8 provinsi di antaranya Sumsel dan Riau,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumsel
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top