BP Batam Minta Rusia Buat Kapal di Batam

Badan Pengelolaan Batam meminta Rusia mengembangkan teknologi pembuatan kapal di Batam untuk memenuhi permintaan dari Afrika dan Timur Tengah.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  11:21 WIB

Bisnis.com, BATAM - Badan Pengelolaan Batam meminta Rusia mengembangkan teknologi pembuatan kapal di Batam untuk memenuhi permintaan dari Afrika dan Timur Tengah.

Dwiyanto Eko Winaryo, Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha Badan Pengelolaan Batam (BP Batam), mengatakan pihaknya meminta Rusia memindahkan pembuatan kapal pesanan negara-negara Afrika dan Timur Tengah ke Batam.

“Kami menawarkan mereka [Rusia]membuat kapal pesanan dari Middle East dan Afrika di Batam dengan memadukan teknologi yang telah mereka miliki. Teknologi itu juga kemudian dapat diaplikasikan untuk mengembangkan kembali industry shipyard di Batam,” katanya di Batam, Kamis (25/7/2019).

Dwiyanto menuturkan Batam memiliki kelebihan dari aspek geografis, sehingga dapat memangkas biaya yang diperlukan untuk mengirimkan kapal ke Afrika dan Timur Tengah. Selain itu, Batam juga memiliki fasilitas pembuatan kapal yang dapat digunakan oleh Rusia.

Menurutnya, pemindahan fasilitas produksi itu diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan terjadi transfer teknologi dari Rusia kepada pembuat kapal di Batam, sehingga dapat kembali membangkitkan industry marine and shipyard di daerah tersebut.

“Membawa teknologi advance milik Rusia ke Batam dapat menjadi momentum untuk kembali mengembangkan industry marine and shipyard Batam,” ujarnya.

BP Batam sendiri mencatat saat ini terdapat 250 perusahaan shipyard yang terdaftar di 132 pelabuhan yang ada. Dari jumlah tersebut hanya 97 perusahaan  yang aktif melakukan perbaikan dan pembuatan kapal baru.

Sementara itu, Boris Kabakov, Director of Shipbuilding and Marine Technique Ministry of Industry and Trade of The Russian Federation, mengatakan Batam merupakan salah satu primadona untuk industry shipyard di Indonesia.

Hal itu membuat pihaknya secara aktif mencari tahu perkembangan industry shipyard di Batam, sehingga dapat meningkatkan kerja sama dan investasi di daerah tersebut.

Kabakov menyampaikan industry maritim dan pembuatan kapal telah menjadi prioritas dan perspektif masa depan bagi Rusia.

“Rusia fokus mengembangkan teknologi tinggi untuk industry shipbuilder sesuai dengan perkembangan teknologi terbarukan,” katanya.

Menurutnya, Rusia juga memiliki keunggulan dari aspek keilmuan karena memiliki pusat laboratorium ilmiah, pusat pengembangan teknik, dan pusat pembuatan kapal untuk mendukung kemampuan sumber daya manusianya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bp batam

Editor : Lili Sunardi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top