Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Karhutla Diminta Libatkan Masyarakat

Kemenko Polhukam meminta satgas karhutla yang sudah dibentuk masing-masing daerah, agar dapat melibatkan masyarakat setempat secara aktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi risiko karhutla.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  18:52 WIB
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut - Antara/FB Anggoro
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut - Antara/FB Anggoro
Bisnis.com, PEKANBARU -- Kemenko Polhukam meminta satgas karhutla yang sudah dibentuk masing-masing daerah, agar dapat melibatkan masyarakat setempat secara aktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi risiko karhutla.
 
Deputi V Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam Irjen Pol Carlo Brix Tewu mengatakan perlu pelibatan masyarakat secara langsung dalam mencegah dan menangani karhutla.
 
"Karena 99 persen kebakaran karena faktor manusia, salah satu mengatasi hal itu dengan memberdayakan masyarakat supaya berhenti membuka lahan dengan membakar," katanya Kamis (18/7/2019).
 
Selain itu dia meminta agar komandan satgas karhutla di masing-masing daerah untuk memeriksa langsung kinerja dari anggota satgas.
 
Hal itu disebabkan satgas karhutla telah diturunkan di setiap daerah, sampai ke desa-desa, dan perlu dicek kinerjanya apakah sudah berjalan dengan baik.
 
Dia menambahkan patroli terpadu dari tim satgas karhutla juga perlu ditingkatkan, sehingga dapat mencegah terjadinya karhutla di musim kemarau.
 
Adapun menurut Kemenko Polhukam, 11 daerah rawan karhutla di Indonesia yaitu Aceh, Sumut, Riau, Jambi, Sumsel, Babel, Kalbar, Kaltim, Kalteng, Kalsel, dan Papua. Sedangkan lima daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat yaitu Sumsel, Riau, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riau Kabut Asap Karhutla
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top