Pemkot Batam Tolak 61 Ekor Sapi karena Tak Ada Uji Laboratorium

Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau menolak 61 ekor sapi kurban yang masuk dari Kuala Tungkal, Riau karena tidak dilengkapi hasil uji laboratorium bebas Virus Jembrana.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  15:41 WIB
Pemkot Batam Tolak 61 Ekor Sapi karena Tak Ada Uji Laboratorium
Ilustrasi.

Bisnis.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau menolak 61 ekor sapi kurban yang masuk dari Kuala Tungkal, Riau karena tidak dilengkapi hasil uji laboratorium bebas Virus Jembrana.

"Tidak ada hasil uji lab jembrana, jadi kami tolak," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis di Batam, Selasa (16/7/2019).

Seluruh sapi itu dikembalikan ke daerah asal.

Mardanis mengatakan pemerintah kota setempat ketat dalam menangani Virus Jembrana, karena menular dan bisa membahayakan hewan kurban lainnya.

"Untuk manusia tidak membahayakan, tapi kepada sapi lain, iya. Bisa terkena semuanya nanti," kata dia.

Oleh karena itu, pemkot tidak akan mengizinkan sapi yang tidak memiliki sertifikat bebas Virus Jembrana dari laboratorium untuk memasuki wilayah Batam.

Virus Jembrana menyebabkan hewan mengalami demam tinggi hingga kematian mendadak. Virus itu juga mudah menular kepada sapi.

Ia mengatakan untuk masuk Batam, maka hewan kurban harus dilengkapi izin dari pemerintah daerah asal, memiliki izin ke luar daerah, serta dilengkapi surat telah melalui cek darah dan layak secara kesehatan.

"Sampai sini, kami cek dokumen lagi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan Batam membutuhkan sekitar 1.500 ekor sapi dan sekitar 6.000 ekor kambing untuk kebutuhan hewan kurban.

HIngga saat ini, daerah setempat hanya bisa memenuhi sekitar 500 ekor sapi, sedangkan sisanya dikirim dari berbagai daerah di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sapi

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top