Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inflasi Meroket, BI Riau Ajak Bertemu Pemerintah Sumbar dan Sumut

Dua daerah utama pemasok bahan pangan daerah tersebut yaitu Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  17:39 WIB
Ilustrasi. - Bloomberg/Dimas Ardian
Ilustrasi. - Bloomberg/Dimas Ardian
Bisnis.com, PEKANBARU — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau segera menggelar pertemuan antara dua daerah utama pemasok bahan pangan daerah tersebut yaitu Sumatra Barat dan Sumatra Utara, guna membahas tingginya angka inflasi akibat harga cabai.
 
Kepala BI Riau Decymus mengatakan upaya itu dilakukan karena inflasi daerah itu pada Juni lalu meroket tajam ke posisi 1,20 persen, atau mencapai 2,13 persen secara tahun berjalan atau Januari-Juni.
 
"Inflasi Juni ini betul-betul mengagetkan karena Riau biasanya inflasi hanya nol koma sekian persen, itu selalu dibahas saat rapat bersama Pemprov, tapi ini tiba-tiba jadi 1,20 persen, karena lompatan harga cabai," katanya Rabu (10/7/2019).
 
Saat ini harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional Pekanbaru khususnya cabai asal Bukittinggi, mencapai Rp75.000 sampai Rp80.000 perkilogram.
 
Karena itu, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi tim pengendali inflasi daerah atau TPID dan untuk semester II/2019 diharapkan meningkatkan kewaspadaan.
 
Hal itu disebabkan secara tahunan dan kecenderungan tahun lalu, pada semester kedua ini harga cabai merah cenderung mengalami kenaikan saat mendekati akhir tahun.
 
Karena itu BI menyiapkan pertemuan dengan Sumatra Barat dan Sumatra Utara sebagai pemasok utama bahan pangan ke Riau.
 
Pertemuan itu tidak hanya antara pemda provinsi, tetapi juga dengan kantor Bank Indonesia di dua provinsi tersebut.
 
"Hal ini sudah jadi perhatian gubernur, dan sudah diputuskan dalam bulan ini akan ada pertemuan antara pemprov dan BI dengan kedua daerah," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi harga cabai
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top