Kunjungan Wisman kei Batam Masih Fluktuatif

Hingga pertengahan tahun ini, tepatnya pada Januari hingga Mei 2019, jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam berada di angka 762.404 jiwa.
Bobi Bani
Bobi Bani - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  12:01 WIB
Kunjungan Wisman kei Batam Masih Fluktuatif
Jembatan Barelang di kelurahan Tembesi, Kota Batam, Kepulauan Riau - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, BATAM-Hingga pertengahan tahun ini, tepatnya pada Januari hingga Mei 2019, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Kota Batam berada di angka 762.404 jiwa.

Angka ini mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di tahun 2018 lalu sebesar 732.676 jiwa.
Pada prosesnya, terjadi fluktuasi jumlah kunjungan wisaman jika melihat lebih dalam pada tingkat kunjungan wisatawan setiap bulannya.

Pada bulan terakhir atau Mei 2019 ini, ada sejumlah dari beberapa negara yang mengalami penurunan, seperti Singapura yang pada April berjumlah 81.612 kunjungan, turun menjadi 73.255 jiwa

Penurunan juga terjadi pada wisaman asal Malaysia, dari 17.200 orang April 2019, menjadi 15.048 jiwa pada Mei ini.

Demikian juga dengan India yang turun dari 7.605 pada April, menjadi 6.724 jiwa pada Mei 2019. Kunjungan wisman yang berasal dari Korea Selatan (Korsel) juga turun dari 3.264 pada April, menjadi 2.919 jiwa saja pada Mei 2019. 

Tidak berhenti di situ saja, penurunan kunjungan juga terjadi dari wisman asal Inggris, dari 1.605 di April menjadi 1.397 jiwa di Mei 2019 ini. juga dari kunjungan wisman asal Amerika Serikat yang turun dari 1.188 jiiwa pada April, menjadi 1.134 jiwa pada Mei.‎

“Penurunan juga terjadi dari negara-negara lain, yang jumlahnya turun dari 29.344 jiwa pada April lalu, menjadi 29.210 jiwa pada Mei ini,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahyudin.

Sebaliknya, kenaikan kunjungan wisaman ke Batam juga terjadi dari sejumlah negara di Asia, khususnya dari Filipina yang mengalami kenaikan cukup signifikan, dari 3.955 jiwa pada April 2019, menjadi 5.217 jiwa pada Mei 2019.

Wisman asal Tiongkok juga mengalami kenaikan dari 6.139 jiwa pada April lalu menjadi 7.041 jiwa pada Mei 2019. Sementara Vietnam juga mengalami kenaikan dari 2.056 jiwa di April 2019 menjadi 2.130 jiwa pada Mei 2019.

Wisman asal Jepang juga naik dari 1.651 jiwa di April menjadi 1.900 jiwa pada Mei 2019.
Secara periodik, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2019 di Batam sebanyak 128.675, mengalami kenaikan pada Februari menjadi 158,088 jiwa, demikian juga pada Maret juga naik menjad 173.947 jiwa.

Kemudian mengalami penurunan pada April menjadi sebesar 1‎55.619, selanjutnya turun lagi pada Mei 2019 menjadi 146.075 jiwa.

Fluktiasi ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu. Dimana pada Januari 2018 ada sekitar 115.551 jiwa, meningkat pada Februari sebanyak 155.670 jiwa, dan kembali naik pada Maret 175.194 jiwa.

Kemudian terjadi penurunan pada April menjadi 144.104 saja, dan pada bulan Mei 2018 kunjungan wisman kembali mengalami penurunan menjadi sebanyak 142.157 jiwa.

Menanggapi peningkatan yang terjadi, Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri) Kepulauan Riau (Kepri), Surya Wijaya mengaku cukup senang.

Hanya saja pihaknya tentu ingin fluktuasi yang terjadi bisa diminimalisir bahkan ditiadakan. 114 agenda pariwisata yang digelorakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, hendaknya bisa lebih didukung dengan menghadirkan peningkatan Sapta Pesona, khususnya pada sisi jaminan keamanan yang akan didapat oleh wisman selama menikmati sajian pariwisata di Batam.

Untuk diketahu, Sapta Pesona adalah sebutan lain dari tujuh poin yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Poin-poin tersebut adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Faktor keamanan, sampai saat ini memang masih menjadi momok bagi pelaku pariwisata di Batam. Sejumlah kasus yang menempatkan wisaman sebagai korban kerapkali terjadi, bahkan sampai pada titik membahayakan keselamatan wisman itu sendiri.

Yang terbaru adalah kasus penjambretan yang dialami oleh wisaman asal Korea Selatan Belum lama ini.  korban yang diketahui bernama Lee ini menjadi korban penjambretan ketika tengah menanyakan alamat salah satu lokasi yang ingin ditujunya.

Akibatnya ia mengalami sejumlah luka karena berupaya mengambil kembali smartphone miliknya yang berusaha dirampas oleh pelaku yang menggunakan mobil.

“Kami (pelaku dan semua penggiat pariwisata) sangat prihatin terhadap kejadian ini. Akan berdampak buruk jika hal ini viral, untuk itu kami mohon kepada masyarakat untuk bisa menahan diri. Tentu kedepan kita berharap pengamanan terhadap wisatawan dapat dilakukan lebih baik, apalagi Batam sekarang adalah kota pariwisata,” kata Surya di Batam pada Kamis (4/7).

Senada dengan Surya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad juga menyesalkan kejadian yang menimpa salah satu wisman yang tengah berkunjung ke Batam ini.

Amsakar mengaku telah meminta Disbudpar Kota Batam untuk menindaklanjuti persoalan ini, melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak keamanan sehingga hak-hak wisman ketika berad di Batam bisa tetap terjaga.

Amsakar menjelaskan, kasus yang berkaitan dengan keamanan wisman ini harus menjadi perhatian bersama, karena efek yang ditimbulkan akan berdampak pada kondisi pariwisata di masa mendatang.

“Satu kasus yang terjadi, bisa mempengaruhi cukup besar ke depannya. Kasus seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Amsakar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wisman, batam

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top